HALO KENDAL – Petani tembakau di beberapa daerah menghadapi dilema, hasil panen yang kurang bagus karena cuaca, bisa mempengaruhi harga. Tetapi mereka berharap harga jual panen kali ini lebih tinggi atau setara dengan tahun kemarin.
Seperti yang diungkapkan Nowo Jahadi, petani tembakau di Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal. Menurutnya, kualitas tembakau pada petikan kali ini kurang bagus lantaran terpengaruh cuaca hujan di daerah tersebut.
“Kualitas tembakau pada petikan kali ini kurang baik, karena sebelumnya memang sering hujan di sini,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (9/8/2025).
Nowo berharap harga tembakau bisa menguntungkan dan stabil, terutama karena banyak yang bergantung pada hasil panen ini untuk biaya hidup dan pendidikan.
Meski begitu dirinya mengaku tetap optimis, dengan cuaca kemarau yang mulai berlangsung harga jual tembakau bisa bagus.
“Alhamdulillah, cuaca saat ini mulai kemarau dan semoga tembakau kami bisa punya nilai jual yang tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kedunggading, Kafidlin, juga berharap harga tembakau bisa meningkat dan bisa menguntungkan juga stabil. Terutama karena banyak petani yang bergantung pada hasil panen ini untuk biaya hidup dan pendidikan.
“Para petani tembakau di Desa Kedunggading ini berharap harganya bisa naik, atau paling tidak bisa setara lah dengan tahun kemarin. Karena, banyak yang menggantungkan hidup dan biaya pendidikan anak-anak mereka dari hasil panen tembakau,” ungkapnya.
Kafidin menjelaskan, hampir semua petani di Desa Kedunggading menanam tembakau, bahkan yang bukan tanah sawah pun juga ikut ditanami tembakau.
“Ada sekitar 100 hektare lahan pertanian yang ditanami tembakau di Desa Kedunggading ini. Alhamdilillah, tidak ada kendala yang dikeluhkan oleh para petani tembakau,” tambah Kafidlin.
Di sisi lain, Kepala Desa Ngampel Wetan, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Abdul Malik mengatakan, untuk tanaman petani tembakau di desanya kali ini cukup bagus.
Namun, dirinya menyebut, tolok ukur bagus atau tidaknya hasil tergantung dari harga jual tembakau. Misal saat panennya bagus, tapi pas waktu rajangan kondisi hujan, mempengaruhi harga jual.
“Jadi bagus atau tidaknya hasil itu bisa diketahui saat sudah ada harga, karena sebagus apapun hasil tanaman tembakau, kalau pas dijual harganya tidak bagus ya berarti hasilnya kurang bagus. Itu tergantung faktor cuaca yang mempengaruhi,” ujar Malik.
Ia juga menjelaskan, di Desa Ngampel Wetan lahan yang ditanami tembakau ada sekitar 200 hektare. Untuk saat ini belum ada pembeli atau bakul yang datang dan waktu perajangan pun baru dimulai 2-3 hari mendatang. (HS-06)


