HALO SEMARANG – Fabio Quartararo sedang galau dengan kondisinya pada MotoGP 2023.
Pembalap Monster Energy Yamaha itu gagal bersaing dalam Grand Prix (GP) Portugal dan Argentina.
Karena itu, dia mengaku pesimistis menatap MotoGP Americas di Sirkuit Americas, Austin, 14-16 April mendatang.
El Diablo (Si Iblis), julukan Quartararo, belum menunjukkan performa yang benar-benar menjanjikan.
Pembalap 23 tahun asal Prancis itu tenggelam di bawah nama-nama rider lain, terutama dari tim Ducati.
Agresivitas Quartararo dalam membawa motor YZR-M1 melewati batas performa masih belum terlihat.
Dia finis kedelapan pada GP Portugal, dan ketujuh di GP Argentina.
Di Argentina, El Diablo malah kalah bersaing dari rekan setimnya, Franco Morbidelli, yang mampu finis keempat.
’’Dengan motor yang sama, apa yang bisa saya lakukan? Tidak ada target besar,’’ ujar Fabio seperti dikutip dari Speedweek.
Kendati masih tercecer, dia enggan menyerah.
Apapun posisinya, Si Iblis akan terus berjuang untuk menyodok ke barisan depan.
Sirkuit Americas merupakan salah satu trek yang belum berhasil ditaklukkan Yamaha sejak masuk ke kalender MotoGP pada 2013.
Pencapaian terbaik Yamaha adalah podium kedua melalui Quartararo pada 2021 dan Valentino Rossi (2019, 2017), serta Jorge Lorenzo (2016).
Terlepas dari kendala yang mengadang, El Diablo menyatakan antusias dengan tes tengah musim yang bakal digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol, 1 Mei mendatang.
’’Saya ingin memiliki hal-hal baru untuk diuji di Jerez sehingga dapat menemukan peningkatan yang signifikan. Knalpot dan aerodinamika baru telah direncanakan, karena untuk saat ini kami masih memakai suku cadang lama,’’ paparnya.
Setiap pembalap MotoGP hanya mendapatkan jatah pergantian aerodinamika sebanyak satu kali selama satu musim. (HS-06)