HALO KENDAL – Persoalan banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Kendal, dinilai tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah daerah setempat saja. Namun perlu dukungan dan kerjasama dari pemerintah provinsi dan juga pemerintah pusat.
Hal itu disampaikan Bupati Kendal Dico M Ganinduto, usai mengikuti acara pelantikan pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Kendal, di Aula DPUPR Kendal, Kamis (4/1/2024).
Menurutnya, tanggungjawab penanganan masalah banjir di daerahnya adalah menjadi tanggungjawab pemerintah daerah, provinsi dan pusat.
“Persoalan banjir ini tidak bisa hanya diselesaikan di Pemerintah Kabupaten Kendal sendiri ya. Menurut saya, yang pimpin harus dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sampai hari ini dari tahun 2021, saya sering mengeluhkan masalah banjir,” ujarnya.
Bupati mengaku, pihaknya sudah memahami permasalahan banjir yang terjadi di wilayahnya dan apa yang harus dilakukan. Tetapi pemerintah daerah tak bisa hanya melakukannya sendiri. Karena penanganannya terkait dengan masalah kewenangan dan permasalahan anggaran. Ia menegaskan memang harus ada keseriusan dari semua pihak.
“Kalau dari awal saya sudah punya keseriusan, karena ini memang harus menjadi perhatian. Jangan sampai menjadi rutinitas tahunan yang seperti tidak diperhatikan. Akhirnya secara tidak langsung, pemerintah menyampaikan kepada masyarakat, ya udah masanya musim hujan, ya pasti banjir. Kira-kira seperti itu kan,” ungkapnya.
Bupati mengatakan tidak menginginkan penanganan masalah banjir yang sifatnya hanya jangka pendek, dan dilakukan terus-menerus. Sedangkan untuk penanganan jangka menengah dan panjang malah tidak dilakukan.
“Jadi untuk penanganan jangka menengah dan panjang itu juga harus jelas. Misal dari provinsi, ya gandeng kita untuk duduk bareng, kita harus benar-benar menyelesaikan. Jadi baik dari kita menyiapkan anggaran, dari provinsi juga, kemudian dari pihak pusat juga mensupport, saya rasa banjir bisa ditangani secara maksimal,” jelasnya.
Sehingga, lanjut Bupati untuk beberapa titik bisa diselesaikan secara bersama-sama, atau ada penanganan khusus yang anggarannya sangat besar dari pemerintah pusat.
“Sebenarnya untuk yang kecil-kecil kita sudah tahu akar permasalahannya. Intinya kita tidak mengeluh. Kita terus bekerja dalam memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Jadi ada agenda penyelesaian jangka pendek beberapa hari ke depan. Mudah-mudahan ada efek,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati saat dikonfirmasi terkait area persawahan yang terdampak banjir mengatakan, dampak banjir menggenangi sejumlah area persawahan di Kendal. Untuk itu, pihaknya masih melakukan pendataan di wilayah empat kecamatan.
“Yaitu di wilayah Kecamatan Kendal, Kecamatan Brangsong, Kecamatan Patebon dan juga Kecamatan Cepiring yang saat ini masih kita lakukan pendataan. Jadi untuk jumlah pastinya berapa hektare area persawahan belum bisa kami sampaikan,” ujar Pandu. (HS-06)