in

Peroleh Akreditasi Utama dari BPJPH, LPH UIN Saizu di Banyumas Layani Audit Halal Nasional dan Internasional

Acara penyerahan SK Akreditasi Utama dari BPJPH LPH Pratama menjadi LPH Utama kepada UIN Saizu. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO BANYUMAS – Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Universitas Islam Negeri Prof K H Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, menjadi LPH Utama setelah memperoleh Akreditasi Utama dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

LPH UIN Saizu mendapat Sertifikat Akreditasi Lembaga Pemeriksa Halal, yang terbit pada 6 Juli 2026 dan berlaku hingga 6 Juli 2030.

Sebelum itu, LPH UIN Saizu masuk pada kualifikasi LPH Pratama. Peningkatan status ini diberikan berdasarkan rekomendasi Tim Akreditasi LPH, yang menyatakan LPH UIN Saizu telah memenuhi seluruh persyaratan administratif maupun teknis sebagai LPH berkualifikasi utama. Sertifikat akreditasi ditandatangani Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan.

Direktur LPH UIN Saizu, Oki Edi Purwoko, mengatakan capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan layanan pemeriksaan halal yang lebih profesional, kredibel, dan berdaya saing.

“Status LPH Utama memberikan kewenangan kepada kami untuk memperluas layanan audit halal, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Oki di Purwokerto, Senin (13/7/2026).

Dengan predikat baru itu, ruang lingkup layanan LPH UIN Saizu semakin luas. Selain melakukan verifikasi dan validasi, lembaga ini berwenang melaksanakan inspeksi produk dan Proses Produk Halal (PPH), pemeriksaan rumah potong hewan dan unggas, audit halal, hingga pengujian laboratorium.

Layanan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari produk makanan dan minuman, obat-obatan, produk kimia, jasa penyembelihan, hingga jasa pengolahan. Seluruh layanan didukung sembilan auditor halal yang telah tersertifikasi.

Menurut Oki, status LPH Utama juga membuka peluang bagi UIN Saizu untuk melayani audit halal bagi pelaku usaha skala menengah hingga industri besar, termasuk permintaan dari luar negeri.

“Permintaan pemeriksaan halal terus meningkat, baik untuk mendukung kebutuhan sertifikasi dalam negeri maupun memenuhi kebutuhan pelaku usaha internasional, terutama pada sektor obat dan produk kimia,” kata dia, seperti dirilis kemenag.go.id.

Selama ini, LPH UIN Saizu juga dikenal sebagai salah satu lembaga dengan jumlah audit jasa penyembelihan terbanyak di Indonesia.

Fokus tersebut dipilih karena produk berbasis daging memiliki tingkat kritis kehalalan yang tinggi sehingga membutuhkan proses pemeriksaan yang lebih komprehensif.

Rektor UIN Saizu Prof Ridwan menegaskan peningkatan status tersebut harus diiringi penguatan kapasitas sumber daya manusia dan sarana pendukung.

Ia mendorong peningkatan kompetensi auditor halal, termasuk penguasaan bahasa asing agar mampu memberikan layanan kepada mitra dari berbagai negara.

Selain itu, UIN Saizu juga tengah menyiapkan peta jalan pengembangan laboratorium halal dalam tiga tahun ke depan guna memperkuat layanan pemeriksaan halal berbasis standar internasional. (HS-08)

 

 

Matahari Tepat di Atas Kakbah, Momentum Pastikan Arah Kiblat

Demi Akuntabilitas, Anggota DPR Ini Tekankan Perlunya Badan Khusus Pengelolaan Aset Rampasan