in

Permudah Pengolahan Data Statistik, Pemkab Kendal Sosialisasikan Aplikasi O-Daken

Forum Satu Data, Sistem Pengolahan Statistik Sektoral melalui Aplikasi O-Daken, yang digelar di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, Selasa (17/1/2023).

HALO KENDAL – Badan Pusat Statistik (BPS) Kendal bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kendal, menggelar Forum Satu Data, Sistem Pengolahan Statistik Sektoral melalui Aplikasi O-Daken, di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, Selasa (17/1/2023).

Statistisi Muda BPS Kendal, Madyastuti Herni Perwitosari mengatakan, Aplikasi O-Daken (Olah Data Kendal) untuk mempermudah dan mempercepat pengisian data, yang diinput dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang data-datanya itu ada di Kendal Dalam Angka dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Dijelaskan, Aplikasi O-Daken bisa digunakan untuk memfasilitasi publikasi data. Karena terintegrasi di kumpulan data statistik terintegrasi (Kuda Sakti) dan diharapkan bisa menjadi wadah seksi sektoral.

“Itu seperti rumah untuk link ke google sheet terkait data OPD. Jadi begitu OPD membuka itu, masing-masing secara otomatis sudah mengisi data,” jelas Madyastuti.

Dirinya juga mengungkapkan, terkait data geografi kendal, ada sekitar 300 tabel. Menurutnya Aplikasi O-Daken sudah berjalan 4 tahun dan mengalami perbaikan-perbaikan sampai sekarang.

“Ini efektif banget. Awalnya itu ngumpulin data masih harus ngeprint BPS harus ke OPD dan sekarang, bekerja sama dengan Kominfo Kendal, dengan menyediakan forum data seperti ini dan secara online. Jadi lebih cepat dan target pengisiannya lebih cepet,” ungkap Madyastuti.

Ditambahkan, dari hasil forum ini sebenarnya untuk pengenalan Kuda Sakti ke masing-masing updating data di OPD.

“Bahwa Aplikasi O-Daken ini sudah ada di Aplikasi Kuda Sakti ini. Selain itu, pada intinya, aplikasi tersebut adalah jemput bola terkait data,” imbuhnya.

Madyasuti membeberkan, data yang dimaksud meliputi indikatornya g⁷eografi, pemerintahan, sosial, kependudukan, dan hampir semuanya PDRB perbandingan antar wilayah, harga, dan indeks pembangunan manusia (IPM).

“Dengan Aplikasi O-Daken ini harapannya data akan terintegrasi, jadi ada satu pintu. Masyarakat bisa akses online dan tidak perlu datang ke OPD terkait,” bebernya.

Sedangkan, Juweni dari Diskominfo Kendal menambahkan, Kominfo hadir dalam acara forum sebagai wali data, sedangkan BPS selaku pembina data.

Jadi menurutnya, memang harus ada kolaborasi yang baik dan kontinuitas bahwa sebuah satu data indonesia tingkat kendal itu tidak tiba serta merta ada datanya.

“Sehingga, dengan agenda forum Aplikasi O-Daken ini, kita bertahap secara rutin akan menyelenggarakan forum grup satu data, dan yang kita undang ini adalah domuniasinya tim updating data di tiap-tiap OPD,” ujar Juweni.

Selain itu, dengan fasilitas Aplikasi O-Daken yang sudah ada websitenya di Kuda Sakti Kendal, juga sudah ada dashboardnya pimpinan, bahkan bupati bisa mengakses data-data yang sudah terupdate dari masing-masing OPD.

“Apalagi kita diharapkan bapak bupati untuk membuat data tunggal. Sehingga OPD bisa cepat-cepat mengisi data yang kita minta. Baik oleh BPS maupun Baperlitbang selaku koordinator dan Kominfo selaku wali data,” jelasnya.

Bukan hanya itu, ditegaskan oleh Juweni, masyarakat juga bisa mengakses di Kuda Sakti. Karena OPD itu punya akun masing-masing untuk mengentry data.

Karena ada tahapan yang harus divalidasi oleh wali data. Sehingga tidak langsung dipublish dari OPD. Jadi data itu sudah valid.

“Jadi di Aplikasi O-Daken ini kita sebagai wali data menyaring data dari petugas updating data masing-masing OPD. Contohnya, BPS memproduksi Kendal dalam angka. Seperti di Dinkes data KB yang diminta dari Dinkes itu harusnya sama dengan data di DP2AKBP2PA cuma backroundnya berbeda,” tandas Juweni.

Dirinya juga mengungkapkan, upaya yang dilakukan di tahun 2023 ini, dengan mengadakan forum satu data secara kontinyu.

“Sehingga permasalahan yang di OPD bisa diurai dan cari solusinya. Nah kita akan membuat sebuah formula nanti ada sekretarisnya dan teman-teman OPD bisa updating data. kita juga bekali untuk mencari data yang benar dan baik,” ungkap Juweni. (HS-06).

Polisi Kantongi Identitas Belasan DPO Penyerangan di Cinde Raya Semarang

Berniat Bantu Percepatan Ekonomi Daerah, Kadus di Kendal Diduga Terjerat “Dana Amanah”