in

Penuhi Target, Angka Prevalensi Stunting Kecamatan Kaligondang Purbalingga di Bawah 10 Persen

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jumat (3/5/2024), menghadiri halalbihalal di Kecamatan Kaligondang. (Foto : purbalinggakab.go.id)

 

HALO PURBALINGGA – Angka prevalensi stunting di Kecamatan Kaligondang, saat ini sudah turun hingga angka satu digit, atau kurang dari 10 persen, sesuai dengan yang ditargetkan oleh Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi.

Hal itu disampaikan Camat Kaligondang, Slamet Riyadi, dalam halalbihalal yang dihadiri Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jumat (3/5/2024). Selain Kaligondang, Bupati beserta jajaran juga menghadiri kegiatan serupa di Kecamatan Rembang.

“Kalau untuk stunting di Puskesmas Kaligondang 5,9 %, kemudian di Kalikajar 6,11%. Alhamdulillah kita sudah masuk di satu digit, mudah-mudahan ke depan dalam hal ini bisa menekan lebih bawah lagi,” kata Slamet Riyadi, seperti dirilis purbalinggakab.go.id.

Terkait pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2), Kecamatan Kaligondang menargetkan bisa menyelesaikan pembayaran PBB P2 di seluruh kecamatan pada bulan Juni 2024.

“Kami berencana bulan Juni Kecamatan Kaligondang bisa lunas. Kami sudah mengundang semua Kadus di Kecamatan Kaligondang untuk duduk bersama untuk mensupport. Yang sudah lunas ada di Desa Brecek dengan pagu sekitar Rp 60 juta dan dalam bulan-bulan ini semua desa akan berlomba untuk secepatnya melunasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, memberikan apresiasi pada Kecamatan Kaligondang, atas upaya menurunkan angka prevalensi stunting, yang sudah di bawah 10%.

“Tadi cukup bagus karena di Kaligondang stuntingnya sudah di bawah 10%,” katanya.

Selain itu Bupati juga memberikan arahan kepada para pejabat terkait, camat, kepala UPT, dan kepala desa yang hadir dalam kegiatan di dua kecamatan tersebut, agar fokus pada target kinerja Pemerintah Daerah, salah satunya dalam sektor pendidikan.

“Kita punya target di sektor pendidikan ini rata-rata lama sekolah, termasuk Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (AUSTS) di Kabupaten Purbalingga,” ungkapnya.

Bupati mengimbau agar seluruh kepala sekolah dan guru untuk memperhatikan lingkungan sekitar sekolah, sehingga bisa mengetahui jumlah AUSTS di lingkungan sekolah masing-masing.

“Saat ini para kepala sekolah harus aware dengan lingkungannya, tidak hanya fokus untuk mengejar akreditasi, tidak hanya fokus pada proses belajar mengajar.

Para kepala sekolah dan guru juga diminta memperhatikan target-target di sektor pendidikan yang lain, salah satunya AUSTS.

“Karena AUSTS ini merupakan salah satu indikator kinerja yang perlu kita capai,” tegasnya. (HS-08)

BIG dan Dinkominfo Purbalingga Berkolaborsi Wujudkan Satu Data

Pemerintah Akselerasi Sertifikasi Halal Produk Makanan-Minuman di 3.000 Desa Wisata