HALO SEMARANG – Pemerintah kota (Pemkot) Semarang mengimbau pengunjung Pusat oleh-oleh Pandanaran untuk memanfaatkan bangunan Sky Bridge atau jembatan penyeberangan orang (JPO) dari Gedung parkir DKK menuju pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran. Sebab, sampai saat ini masih sedikit pejalan kaki atau pengunjung yang menggunakan jembatan penghubung ini yang pembangunannya untuk memudahkan akses pengunjung agar tidak perlu menyeberang di jalan raya.
Bahkan dari pantauan, beberapa waktu lalu, fasilitas penunjangnya pun seperti lift jembatan sky bridge masih belum difungsikan. Kemudian, dari sisi tangga akses untuk naik ke jembatan juga terbilang cukup curam, sehingga menyulitkan pengunjung. Sedangkan, peresmian Sky Bridge sendiri, dilaksanakan pada 2020 lalu sekaligus dimaksudkan untuk menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang. Namun, masih kurangnya fasilitas pendukung tersebut membuat pengunjung yang akan belanja kini lebih memilih untuk parkir atau berhenti di depan pusat oleh-oleh sepanjang ruas Jalan Pandanaran. Tentu, hal ini bisa mengganggu kelancaran arus lalu lintas di ruas jalan tersebut, dan kerap membuat macet arus kendaraan.
Apalagi, saat libur Lebaran, pemudik terlihat memadati dan menyerbu pusat oleh-oleh sebelum kembali ke tempat asalnya. Beberapa petugas parkir dan petugas dari Dishub juga sudah memberikan peringatan kepada pengendara yang rata-rata berplat nomor luar kota, jika dilarang parkir di tepi jalan.
“Saya imbau kepada pengunjung terutama pusat oleh-oleh untuk menempatkan kendaraan di kantong parkir yang disediakan, misalnya parkir di gedung DKK karena juga libur, dan bisa memanfaatkan jembatan penyeberangan (Sky Bridge-red) karena selama ini kan belum optimal,” jelas Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, saat meninjau pusat oleh-oleh Pandanaran bersama Forkompinda untuk Kesiapan Lebaran 2024, baru-baru ini.
Saat masa libur Lebaran, kata mbak Ita, sapaan akrabnya, salah satu titik yang rawan kemacetan adalah ruas Jalan Pandanaran. Selain berada tak jauh dari Pemakaman Umum Bergota, juga banyak berdiri kantor seperti perbankan, hotel dan DKK.
“Jadi perlu diantisipasi terkait dengan kantong parkir dan rekayasa lalu lintasnya. Saya juga sudah menyampaikan kepada temen-temen untuk minta izin kepada pengelola gedung-gedung di sepanjang ruas Jalan Pandanaran bisa dipakai parkir kendaraan pengunjung, selain gedung DKK,” pungkasnya.(HS)