in

Pengakuan Mbah Slamet Sebelum Bunuh Belasan Orang dengan Dalih Penggandaan Uang

Mbah Slamet, dukun bodong pengganda uang yang bunuh 12 orang karena kesal ditagih hasil penggandaan uang.

HALO SEMARANG – Dukun bodong pengganda uang, Slamet Tohari alias Mbah Slamet diamankan kepolisian karena membunuh belasan orang. Pria berusia 45 tahun itu nekat menghabisi nyawa 12 korbannya karena kesal sering ditagih hasil penggandaan uang.

Mbah Slamet membunuh belasan korban dengan cara mencampurkan racun potas dan obat penenang ke dalam minuman korban. Ia mengaku kepada korban bahwa hal itu adalah semacam ritual untuk menggandakan uang.

Dihadapan polisi dan awak media, mbah Slamet menyebut para korban kemudian dikubur setelah dinyatakan tak bernyawa. Proses pembunuhan dan penguburan para korban ia lakukan seorang diri.

“Betul-betul kalau sudah mati baru dikubur, kalau belum mati belum berani saya kubur,” ujar mbah Slamet di lokasi penemuan jenazah di lahan miliknya wilayah Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara.

Dirinya menjelaskan, pembunuhan sudah ia rencanakan ketika korban datang ke kediamannya untuk menagih hasil penggandaan uang. Setelah bertemu, ia mengajak korban menuju ke hutan untuk melakukan ritual bodongnya itu.

“Setengah 8 malam ritualnya, kalau berangkat gak malam, kalau malam takut. Jadi berangkat jam 4 sore, jadi masih sore tidak ada yang curiga,” terangnya.

“Ritualnya satu jam, ritualnya ngobrol-ngobrol disini, tidak ada baca-baca, cuma ngobrol, terus setelah udah agak malam disuruh minum,” lanjutnya.

Ia juga mengaku korban sempat curiga terhadap minuman yang dirinya berikan. Namun dengan tipu daya dan iming-iming keuntungan yang berlimpah dan cepat, korban akhirnya mau menuruti perintahnya.

“Setelah minum itu langsung sudah gak bisa bilang apa-apa, intinya langsung muntah sedikit, terus sekitar lima menit dia sudah gak terasa apa-apa. Tidak sampai bilang apa-apa (kesakitan), karena memang portas ajaib sekali,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto tak percaya akan perbuatan pelaku yang tega membunuh korban demi uang. Apalagi pelaku juga tak segan-segan menguburkan satu per satu korban di tempat yang sama.

“Sudah hari ketiga, hari pertama satu mayat, kemudian hari Senin (3/4) sembilan mayat, dan hari ini dua mayat. Total hari ini 12 mayat. Mbah Slamet sampai saat ini ketika ditanya lubang atas nama siapa dia lupa,” paparnya.

Kapolres juga tak menutup kemungkinan ada korban lainnya yang dibunuh oleh mbah Slamet. Saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap pelaku.

“Tidak menutup kemungkinan ada temuan lagi, nanti ditunggu saja,” bebernya.

Lebih lanjut, Hendri memaparkan, dari hasil intergoasi sementara, pembunuhan ini sudah dilakukan pelaku sejak tahun 2020. Pembunuhan terkahir yang dilakukan oleh mbah Slamet terjadi pada tanggal 23 Maret dengan korban berinisial PO (53) warga Sukabumi.

Korban terakhir inilah yang membuat terbongkarnya kasus pembunuhan berencana ini. Sebab, sehari sebelum dibunuh, PO mengirimkan pesan kepada anaknya agar ketika dirinya tidak ada kabar untuk datang ke kediaman mbah Slamet.

“Sudah dua mingguan, itu paling terakhir. Memang dia semua didekat sini lokasi terakhir sebelah-sebelahnya. Dia melakukan sendirian dengan korban diajak kesini menggunakan kendaraan korban dalam rangka untuk ritual menggandakan uang, sehingga korban mau kemudian dikasih minum, padahal minuman itu berisi obat potasium dan penenang dicampur,” tuturnya.

Atas perbuatannya, mbah Slamet terancam Pasal 340 KUHPidana atau Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati.

“Nanti kita akan terapkan pasal berlapis tentang penggelapan karena mengambil harta korban juga,” imbuhnya. (HS-06)

Antisipasi Arus Mudik, Pemkab Kendal Dirikan Sembilan Posko Pengamanan

KPU Kendal Canangkan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM