in

Pemulihan Ekonomi Akibat Pandemi, DPRD Dorong Pemkot Semarang Gerakkan Sektor Pariwisata

HALO SEMARANG – DPRD Kota Semarang mendorong Pemerintah Kota Semarang menggerakkan sektor pariwisata di Kota Lumpia dengan inovasi-inovasi, sebagai upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, saat Dialog Interaktif DPRD, baru-baru ini.

Pilus, sapaannya, siap mendukung melalui anggaran guna meningkatkan gairah wisata, demi pemulihan ekonomi. Jika pariwisata menggeliat, menurutnya, akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang.

“Dari dewan, upaya mendorong ekonomi bangkit dan wisata menggeliat. Terkait anggaran kami akan dukung terus untuk program pariwisata yang telah direncanakan pemkot,” ucap Pilus.

Dia pun mengapresiasi upaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang dalam upaya membangkitkan geliat pariwisata guna pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Dia menilai, program Disbudpar sangat bagus. Ada beragam kreasi dan inovasi dalam mendorong aktivitas pelaku wisata. Namun tentunya harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Misalnya, Kampung Tematik didorong oleh Disbudpar melalui pelatihan-pelatihan. Perekonomian segera bangkit manakala ini dipertahankan,” ujarnya.

Dia berharap, kebijakan pemkot ke depan tetap memperhatikan pelaku pariwisata, termasuk kebijakan dalam rangka Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Menurutnya, kebijakan pemerintah pusat yang tidak jadi menerapkan PPKM Level 3 menjadi kabar gembira bagi pelaku ekonomi dan wisata. Namun demikian, hal itu tidak berarti tidak ada pengetatan.

“Saya yakin pemkot akan menerapakan aturan menjelang tanggal 24. Hanya mungkin ada kelonggaran-kelonggaran supaya aturan tetep jalan, tidak meninggalkan prokes. Hanya jam-jamnya tidak seperti level 3 atau level 4,” tambahnya.

Kepala Disbdupar Kota Semarang, Indriyasari menyampaikan, ada sejumlah strategi untuk menggeliatkan pariwisata, yaitu adaptasi terhadap kondisi, kolaborasi bersama sejumlah pihak, dan berinovasi dalam menyelenggarakan kegiatan. Seluruh destinasi wisata telah mengantongi sertifikat CHSE untuk lebih memberi rasa percaya kepada masyarakat.

Pemerintah Kota Semarang bersama stakeholder terkair juga melakukan kontrol agar sektor pariwisata tidak menjadi penyumbang kasus.

“Pemkot, babinsa, babinkamtibmas melakukan kontrol. Jika masyarakat melihat ada hal yang dirasa kurang pas tolong sampaikan ke kami,” pintanya.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Soegijapranata, Andreas Lako menyarankan Pemerintah Kota Semarang menyiapkan rencana-rencana untuk menggelaitkan pariwisata. Pasalnya, pariwisata tidak hanya berkaitan dengan objek wisata saja melainkan hal-hal lainnya misalnya UMKM dsn seni budaya. Paket wisata juga bisa dikemas bersama dengan melibatkan kabupaten/kota sekeliling.

“Kalau kita bicara pariwisata ini berkaitan denhan apa saja yang perlu dikemas. Semakin bagus kemasannya, akan mendatangkan wisatawan,” katanya.(HS)

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Jumat (17/12/2021)

Antisipasi Masuknya Varian Omicron, Ini Yang Dilakukan Pemkot Semarang