HALO SEMARANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mengantisipasi masuknya Covid-19 varian baru jenis Omicron yang saat ini telah ditemukan di beberapa negara, termasuk dugaan masuk ke Indonesia.
Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, pengetatan pintu masuk dari luar negeri dilakukan Pemerintah Pusat. Masyarakat yang melakukan perjalanan dari luar negeri harus melakukan karantina. Sebelumnya, pelaku perjalanan harus karantina tiga hari, kini menjadi tujuh hari.
“Ini kami jaga jangan sampai ada satu yang masuk, kemudian tidak dilakukan isolasi atau karantina. Dari jurnal terbaru, tujuh hari baru terjadi positif Omicron. Masa inkubasinya lumayan delay,” terang Hakam, baru-baru ini.
Hakam menyampaikan, beberapa pihak menyebutkan bahwa penyebaran virus tersebut sangat cepat. Namun, hasil penelitian di Afrika Selatan belum ada laporan bahwa penyebaran virus varian itu lebih cepat atau lebih infeksius.
“Ada beberapa keluhan atau gejala yang berbeda. Kalau delta lebih banyak penciuaman berkurang. Kalau ini (Omicron) badan tidak enak, diare, demam. Yang dilaporkan demikian,” terangnya.
Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron, Pemerintah Kota Semarang melakukan random sampling di daerah-daerah yang potensial bisa menularkan virus varian baru tersebut. Menurutnya, hingga saat ini belum ada keluhan yang mengarah ke gejala Omicron.
Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS). Ada dua sampel yang dilakukan WGS. Dua sampel tersebut merupakan indeks kasus dari luar kota.
“Yang sudah vaksin dua kali, bergejala, dites hasilnya positif, CT value rendah, kami tetap lakukan pemeriksaan WGS. Ada 2 yang kami usulkan,” bebernya.
Lebih lanjut, Hakam memaparkan, vaksinasi yang kini tengah digencarkan pemerintah dinilai masih sensitif terhadap varian Omicron. Pasalnya, varian-varian virus yang muncul, termasuk Omicron, memiliki badan virus yang sama. Hanya, sisi kulit yang paling luar yang membedakan.
“Vaksinasi yang kami lakukan kebanyakan vaksinasi platformnya virus dilemahkan. Itu virus satu tubuh. Kalau yang berubah cuma kulitnya, itu akan mengingat. Ibaratnya, yang berubah dua persen, yang tidak berubah 98 persen. Kan bisa terkover,” jelasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta warga waspada terhadap munculnya varian Omicron. Hendi, sapaannya, mengingatkan warga untuk tetap patuh menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penularan varian bari tersebut.
Hingga saat ini, varian Omicron belum ada di Kota Semarang. Dia berharap, varian tersebut jangan sampai masuk ke Kota Lumpia ini.
“Mari waspada dengan varian Omicron ini. Tetap patuhi protokol kesehatan, terutama disiplin pakai masker,” papar Hendi.
Dia yakin kepatuhan menerapkan protokol kesehatan dapat meminimalisir potensi penularan Covid-19 varian apapun. Di samping itu, dia juga meminta masyarakat aktif mengikuti program vaksinasi Covid-19.
“Ikuti percepatan vaksinasi. Yang belum vaksin segera vaksin. Semua ikhtiar,” ucapnya.(HS)