HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal kembali menyalurkan bantuan program Kartu Jateng Ngopeni (KaJeN) kepada warga yang membutuhkan di sejumlah wilayah Kabupaten Kendal.
Kali ini penyaluran bantuan menyasar empat desa/kelurahan, yaitu Desa Cepiring dan Desa Karangayu di Kecamatan Cepiring, Kelurahan Pegulon, dan Kelurahan Kalibuntu Wetan di Kecamatan Kendal.
Pada tahun 2026 terdapat sekitar 480 penerima manfaat KaJeN di Kabupaten Kendal. Mereka berasal dari berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan, seperti warga tidak produktif, penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), penderita penyakit kronis, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Saat menyerahkan bantuan, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, penyaluran KaJeN tidak hanya menjadi bentuk bantuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melihat secara langsung kondisi para penerima manfaat.
“Harapannya penyaluran program KaJeN ini bisa membantu meringankan beban para warga. Salah satunya warga yang sudah tidak produktif sehingga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka,” ungkapnya.
Dalam penyaluran tersebut, Bupati terlebih dahulu mendatangi rumah Sugiyo di Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring.
Sugiyo merupakan warga yang rumahnya pernah mengalami kebakaran dan sebelumnya telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan.
“Yang pertama tadi kita berkunjung ke rumah Bapak Sugiyo di Desa Karangayu. Waktu itu rumahnya kebakaran dan kami janji untuk diusulkan. Alhamdulillah disetujui dan cair,” ungkap Bupati.
Selanjutnya, dia mengunjungi Abdul Jamil, warga Desa Cepiring yang menderita stroke. Sementara dua penerima lainnya di Kelurahan Pegulon dan Kalibuntu Wetan merupakan penyandang disabilitas.
“Ada 480 yang menerima bantuan KaJeN di Kahupaten Kendal dari berbagai kondisi. Ada yang karena tidak produktif, disabilitas, ODGJ, penyakit kronis, lansia dan lainnya,” jelas Bupati.
Menurutnxa, kunjungan langsung kepada penerima bantuan juga memungkinkan pemerintah mengetahui kebutuhan lain yang membutuhkan tindak lanjut.
“Kalau kita hadir sekaligus menyalurkan bantuan, kita bisa melihat kondisi warga. Sehingga kalau membutuhkan tindak lanjut, maka akan kita tindaklanjuti,” tandas Bupati.
Dirinya mencontohkan, beberapa penerima yang ditemui sebelumnya membutuhkan layanan kesehatan lanjutan.
“Ada warga dengan cerebral palsy dan Down syndrome yang masih membutuhkan terapi, sehingga pemerintah membantu mengurus kepesertaan BPJS,” beber Bupati.
Selain itu, warga yang menderita kanker juga diarahkan untuk mendapatkan penanganan melalui Yayasan Kanker Indonesia di Semarang. Sementara bagi lansia yang tidak memiliki keluarga untuk merawat, pemerintah turut mengupayakan penanganan melalui panti.
“Seperti kemarin ada yang cerebral palsy, kemudian Down syndrome dan masih membutuhkan terapi, maka kami urus BPJS-nya. Kemudian ada yang kanker juga kita kirim ke Yayasan Kanker Indonesia di Semarang. Ada lansia yang keluarganya tidak ada, kita kirim ke panti,” kata Bupati.
Sementara, salah satu penerima bantuan KaJeN warga Desa Cepiring, Abdul Jamil, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan tersebut. Ia telah menderita stroke selama sekitar empat tahun sehingga tidak lagi mampu bekerja.
Sebelum sakit, dirinya bekerja sebagai tukang sol sepatu. Namun, kondisi kesehatannya membuat dirinya kini tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sudah empat tahun sakit dan tidak bisa bekerja sama sekali. Untuk kebutuhan sehari-hari ya dari anak saya,” ungkap Kiswati, istri Abdul Jamil.
Kiswati menuturkan, selama ini keluarganya belum pernah menerima bantuan sosial. Karena itu, bantuan KaJeN yang diterimanya menjadi sangat berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
“Selama ini belum pernah mendapatkan bantuan sosial apa pun. Baru sekarang mendapatkan bantuan. Saya berterima kasih sekali kepada ibu Bupati, Bu Tika,” ujarnya.
Kiswati berharap bantuan tersebut dapat terus berlanjut sehingga dapat membantu dirinya dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Semoga bantuan dari program KaJeN ini bisa terus berkelanjutan, sehingga bisa menopang kebutuhan hidup sehari-hari kami,” harapnya.(HS)


