Adapun imbauan dari Sekda dalam surat tersebut diantaranya, dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1445H, sudah dilakukan penambahan alokasi LPG 3 kilogrqm sebanyak 13.160 tabung, dan alokasi tersebut diperkirakan mecukupi untuk memenuhi kebutuhan sehingga masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan melakukan pembelian LPG 3 kilogram pada pangkalan resmi.
“Perlu kami informasikan bahwa alokasi yang ada pada pangkalan sebanyak 80 persen diperuntukan bagi rumah tangga dan maksimal sebanyak 20 persen dari alokasi bisa dijual ke pengecer,” kata Sekda dalam surat.
Sebelumnya, salah satu warga Kendal, Yani mengaku heran, kenapa pemerintah bisa bilang kalau masyarakat panic buying dan membeli gas lebih banyak atau men-stok. Sedangkan masyarakat seperti dirinya hanya bisa membeli dengan cara menukar tabung.
“Kalau kita dibilang men-stok gas tiga kilogram atau membeli dalam jumlah besar karena panik ya lucu. Lha wong kita saja kalau beli itu sambil nukar tabungnya. Jadi ya dapatnya cuma satu tabung, kok dibilang men-stok,” ujarnya.
Dari pantauan, warga terlihat mengantre memanjang, Selasa pagi (9/4/2024) sambil membawa tabung untuk mendapatkan gas LPG 3 kilogram di salah satu pangkalan gas yang ada di Jalan Raya Soekarno-Hatta Kendal. (HS-06)