HALO JEPARA – Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, secara resmi membuka pelatihan inovasi desain produk dan digital marketing, bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) se-Kabupaten Jepara. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Shima Sekretariat Daerah Jepara. Senin (1/9/2025).
Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan platform marketplace PT Shopee Internasional Indonesia.
Kegiatan ini dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025.
Dalam sambutannya, Kepala Disperindag Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku IKM dalam memahami desain produk yang inovatif dan teknik pemasaran digital.
Selain itu, pelaku IKM juga dibekali materi ekspor untuk menembus pasar luar negeri.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari program penyusunan dan pengembangan industri di Jepara. Kami menggandeng empat sentra IKM, yakni Mulyoharjo, Kecapi, Tahunan, dan Troso. Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari Ekspor Center Surabaya, dengan konten yang sama di setiap sesi,” jelas Zamroni, seperti dirilis jepara.go.id.
Ia menambahkan, ke depan, kerja sama antara Disperindag Jepara dan Ekspor Center Surabaya akan dilanjutkan dalam bentuk kegiatan pengenalan ekspor secara rutin.
“Kami merencanakan kegiatan ini berlangsung satu hingga dua bulan sekali. Untuk itu, kami berharap para pelaku IKM mulai mempersiapkan program dan skala produksinya agar dapat dikenalkan kepada buyer dari luar negeri,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, yang akrab disapa Gus Hajar, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai pelatihan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing IKM Jepara di tengah tantangan pasar global.
“Kota Ukir memiliki berbagai jenis kerajinan rakyat termasuk sentra patung di Mulyoharjo, sentra almari di Kecapi, sentra mebel di Tahunan, dan sentra tenun di Troso. Meski karya-karya kita telah menembus pasar nasional dan ekspor, kita dituntut untuk terus berinovasi, memperkuat kreativitas, dan memanfaatkan teknologi digital agar produk dari Jepara tetap relevan dan kompetitif,” ujar Gus Hajar.
Lebih lanjut, ia berharap pelatihan ini dapat menjadi ruang belajar bersama bagi para pelaku usaha kecil dan menengah.
“Saya berharap pelatihan ini dapat meningkatkan literasi digital, teknik pemasaran online, memperluas jejaring bisnis dan peluang ekspor, serta memahami regulasi perdagangan, perizinan, dan berbagai bentuk dukungan dari pemerintah,” kata dia.
Sebanyak 100 peserta dari empat sentra IKM di Kabupaten Jepara mengikuti pelatihan ini.
Selama pelaksanaan, peserta akan mendapatkan materi tentang strategi desain produk, pemasaran digital, pengembangan merek, serta prosedur ekspor.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penguatan sektor IKM sebagai salah satu pilar perekonomian daerah. (HS-08)


