HALO SEMARANG – Sejumlah pemerintah daerah di Indonesia, sudah melaksanakan sistem pembelajaran mendalam (deep learning), untuk berbagai jenjang pendidikan.
Beberapa pemda itu, antara lain Pemkot Surabaya, Pemprov Jabar, dan Kota Pekalongan.
Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah baru-baru ini mulai mengimplementasikan sistem pembelajaran mendalam (deep learning), di seluruh jenjang pendidikan, mulai sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, mengatakan kebijakan ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan mutu serta relevansi pendidikan, di era modern yang terus berkembang.
Dia mengatakan Pemerintah berharap penerapan deep learning ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan bermakna bagi para siswa.
Lalu apa sesungguhya deep learning itu ?
Dalam rangkaian acara penyusunan Modul Pembelajaran Mendalam (PM) dan Kecerdasan Artifisial (KKA), yang diselenggarakan oleh Direktorat Guru Pendidikan Dasar, pada Maret 2025 lalu, Rob Randall seorang pakar pendidikan dari Australia, membeberkan banyak hal tentang konsep Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) dan implementasinya dalam sistem pendidikan.
Dalam pemaparannya, Rob Randall menekankan bahwa deep learning bukanlah konsep baru, tetapi merupakan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman yang lebih mendalam dan bermakna.
Ia membedakan antara pembelajaran permukaan (surface learning) dan pembelajaran mendalam (deep learning).
Surface Learning: Siswa hanya menghafal fakta dan informasi tanpa memahami hubungan antar konsep.
Deep Learning: Siswa memahami suatu konsep secara menyeluruh, mampu menghubungkannya dengan pengetahuan lain, serta menerapkannya dalam berbagai situasi kehidupan nyata.
Menurut Randall, sistem pendidikan modern harus berfokus pada deep learning untuk menyiapkan generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan memiliki keterampilan memecahkan masalah.
“Dalam sistem pendidikan modern, banyak sekolah masih terjebak dalam pola Pembelajaran Permukaan (surface learning) yang berfokus pada hafalan dan pemahaman dasar,” jelasnya.
Menurut Rob, deep learning bertujuan untuk membawa siswa ke tingkat pemahaman yang lebih dalam, di mana mereka tidak hanya memahami suatu konsep, tetapi juga mampu mentransfer dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam berbagai situasi kehidupan nyata.
Terdapat beberapa aspek penting dalam penerapan deep learning, seperti yang disampaikan dalam paparan, antara lain, pemahaman konseptual yang kuat; penerapan dalam berbagai konteks; peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif; kolaborasi dan pembelajaran berbasis proyek; pemanfaatan teknologi dan ai dalam pembelajaran; dan pentingnya pembelajaran seumur hidup (lifelong learning).
Rob menyoroti bahwa implementasi deep learning di Indonesia membutuhkan strategi yang tepat, terutama dalam hal kesiapan guru, kurikulum yang lebih fleksibel, akses terhadap teknologi, serta evaluasi pembelajaran yang relevan.
Menurut dia, terdapat beberapa aspek penting dalam penerapan deep learning, antara lain:
Pemahaman Konseptual yang Kuat
Siswa tidak hanya menghafal fakta, tetapi juga memahami mengapa dan bagaimana suatu konsep bekerja.
Contoh: Dalam matematika, siswa tidak hanya menghafal rumus, tetapi memahami prinsip di baliknya, sehingga dapat menerapkannya dalam berbagai konteks.
Penerapan dalam Berbagai Konteks
Deep Learning mengajarkan siswa untuk berpikir kritis dan menerapkan konsep dalam situasi yang berbeda.
Misalnya, pemahaman tentang statistika tidak hanya digunakan dalam pelajaran matematika, tetapi juga dalam analisis data sosial, ekonomi, dan sains.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif
Siswa diajak untuk mengeksplorasi, mengajukan pertanyaan, dan mencari solusi sendiri daripada sekadar menerima jawaban dari guru.
Misalnya, dalam pelajaran sains, siswa diberikan eksperimen terbuka untuk menemukan solusi terhadap suatu permasalahan, bukan hanya mengikuti prosedur yang sudah ada.
Kolaborasi dan Pembelajaran Berbasis Proyek
Pembelajaran mendalam lebih efektif dilakukan melalui proyek kolaboratif yang memungkinkan siswa untuk bekerja sama, berbagi wawasan, dan menemukan solusi inovatif.
Contoh: Siswa dalam kelompok mendesain solusi energi terbarukan berdasarkan penelitian dan data yang telah mereka kumpulkan.
Pemanfaatan Teknologi dan AI dalam Pembelajaran
Randall juga menyoroti pentingnya teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan koding dalam mendukung pembelajaran mendalam.
Penggunaan AI dalam pembelajaran memungkinkan personalisasi pendidikan, di mana siswa mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan kecepatan mereka masing-masing.
Pentingnya Pembelajaran Seumur Hidup (Lifelong Learning)
Deep Learning bukan hanya untuk siswa di sekolah, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Sistem pendidikan harus menanamkan kemampuan berpikir adaptif agar siswa siap menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi di masa depan.
Dalam kesempatan tersebut Rob juga menyampaikan bahwa implementasi Deep Learning di Indonesia membutuhkan strategi yang tepat. Beberapa tantangan utama yang perlu diatasi adalah:
Kesiapan Guru → Guru perlu dilatih agar mampu menerapkan metode pembelajaran yang berbasis eksplorasi dan pemecahan masalah.
Kurikulum yang Terlalu Padat → Perlu adanya penyederhanaan agar siswa memiliki waktu lebih banyak untuk mendalami suatu konsep sebelum beralih ke materi berikutnya.
Akses Teknologi → Infrastruktur teknologi harus ditingkatkan agar siswa dan guru dapat memanfaatkan sumber belajar digital secara optimal.
Evaluasi Pembelajaran yang Relevan → Penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir dan pemecahan masalah siswa.
Randall menutup sesi dengan menekankan bahwa deep learning bukan hanya tentang menghafal materi, tetapi tentang bagaimana membangun pola pikir yang kritis, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia nyata.
“Jika kita ingin menciptakan generasi yang siap menghadapi masa depan, kita harus memastikan bahwa pembelajaran di sekolah bukan hanya tentang mengingat informasi, tetapi tentang bagaimana memahami, menerapkan, dan berinovasi,” kata Rob Randall.
Diharapkan dengan penerapan konsep ini, Indonesia dapat mencetak generasi yang lebih inovatif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan di era digital. (HS-08)