HALO SPORT – MotoGP Qatar 2023 meninggalkan kesan buruk bagi Jorge Martin.
Pembalap tim satelit Prima Pramac Racing Ducati itu hanya finis di posisi ke-10 lantaran ban belakangnya bermasalah.
Hasil jeblok ini membuatnya dilanda kekecawaan dan kemarahan yang mendalam.
Di sisi lain, rivalnya, Pecco Bagnaia, finis kedua sehingga unggul 21 poin.
Grand Prix (GP) Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, 24-26 November 2023, bakal menjadi momen terakhir rivalitas Pecco dan Jorge.
Martin mengkritik keras Michelin selaku pemasok tunggal ban MotoGP karena ban belakang motornya tidak bekerja.
Masalah konsistensi mutu ban bukan kali ini saja terjadi.
Bahkan, Bagnaia mengeluhkan hal yang sama setelah cuma finis kelima dalam lomba sprint di GP Qatar.
’’Jika ban tak berfungsi, motor terbaik pun tidak ada gunanya,’’ ujar Martin seperti dilansir dari Speedweek.
Pembalap asal Spanyol itu tak menyangka hasil balapan utamanya berbanding terbalik dengan lomba sprint.
’’Biasanya, saya lebih cepat dari itu. Ini sulit dipahami dan sekarang kami harus menganalisisnya dengan hati-hati,’’ jelas Martin.
Dia mengaku frustrasi selepas menyadari posisinya terus melorot dan dengan mudah disalip pembalap lain.
Kalau kondisinya normal, Jorge yakin bisa meraih kemenangan.
Dia menggunakan ban belakang dengan kompon keras seperti 20 pembalap lain yang tampil pada MotoGP Qatar.
’’Michelin sendiri tak tahu apa yang terjadi. Saya tidak mungkin kehilangan kecepatan 1,5 detik dalam 24 jam. Saya belum lupa cara mengendarai motor,’’ tegas Martinator.
Sport Manager Michelin, Piero Taramasso, memastikan ban datang secara langsung setelah diproduksi dan tak pernah dipakai atau dihangatkan.
Bagnaia cuma perlu finis lima besar saat lomba sprint dan balapan utama untuk mempertahankan gelarnya.
Peluang Martinator untuk membalikkan posisi memang kian berat. (HS-06)