HALO KENDAL – Jumlah pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr H Soewondo Kendal dikabarkan membludak dan sempat menggangu pelayanan, sehingga dikeluhkan sebagian masyarakat.
Seperti yang terjadi pada Selasa (5/3/2024) ada 31 pasien yang akan menjalani pemeriksaan IGD, harus rela mengantre. Meski akhirnya satu persatu pasien dapat terlayani masuk ke ruang IGD.
Kabid Pelayanan Medis RSUD dr H Soewondo Kendal, dr Nur Widyastuti mengatakan, untuk mengatasi hal tersebut mulai hari ini pihaknya sudah membuka ruang transit IGD dengan 12 tempat tidur. Dirinya menyebut, untuk kapasitas ruang IGD RSUD dr H Soewondo menyedikan 26 tempat tidur atau bed.
“Jadi akhir-akhir ini banyak penumpukan pasien di IGD dan itu separuhnya anak-anak. Dan kebijakan dari Pak Direktur kita membuat ruang transit IGD dengan ketersediaan tempat tidur ada 12 unit,” terangnya kepada awak media, Rabu (6/3/2024).
Menurut dr Nur, lonjakan pasien IGD perharinya bisa mencapai 20 hingga 25 pasien. Dan didominasi oleh pasien yang mengalami panas atau demam tinggi, termasuk pasien dengan indikasi penyakit demam berdarah (DB).
“Untuk pasien yang antre itu kalau anak ada 10-12 pasien, dan jika digabungkan sama yang dewasa mencapai 20-25 pasien yang ada di IGD dan sekarang sudah berkurang menjadi 12,” ujarnya.
Selain itu, lanjut dr Nur, pihaknya juga menyediakan ruang transit yaitu ruang Dahlia untuk pasien, serta menambah jumlah tenaga yang ditempatkan di IGD.
“Jadi sambil menunggu rawat inapnya kosong, pasien bisa menunggu di ruang transit IGD dulu. Kami sudah audiensi dengan pihak BKPP untuk bisa menambah tenaga di IGD. Sedangkan untuk bangsal itu sudah kita siapkan,” jelas dr Nur.
“Jadi kalau pasien RSUD membludak dan tidak tertangani dengan baik itu tidak benar. Kami tetap memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat,” tandasnya.
Sementara, disinggung terkait jumlah pasien yang terindikasi demam berdarah dengue (DBD), dr Nur memaparkan, pasien DBD di bulan Januari sebanyak 51 orang, kemudian Februari ada 42 orang, dan pada Maret sudah ada tujuh pasien DBD.
“Saat ini masih tujuh pasien DBD, dan ada lima pasien yang menjalani observasi. Untuk penanganannya ada dokter di IGD yang nanti akan memastikan benar atau tidaknya itu DB,” paparnya.
Untuk itu, dr Nur mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta deteksi dini terkait gejala demam berdarah seperti demam maupun muntah.
Sementara itu, Humas RSUD dr H Soewondo Kendal, Sulistio menambahkan, jumlah pasien yang rawat inap perhari mencapai 215 pasien. “Jadi, RSUD dr H Soewondo Kendal terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.(HS)