in

Paguyuban Pelaku Wisata Gelar Buka Bersama, Diskusi Siasati Longgarnya Kebijakan Perjalanan Wisata

HALO KENDAL – Paguyuban Pelaku Wisata (PPW) di Kabupaten Kendal menggelar Buka Puasa Bersama dan Silaturahmi di salah satu rumah makan di Kabupaten Kendal, Jumat (22/4/2022).

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum PPW Jawa Tengah, Arif Tamarudin, Ketua PPW Kabupaten Kendal, Sigit Purnomo, Kabid Pariwisata Disporapar Kabupaten Kendal, Mardi Edi Susilo, dan Ketua PHRI Kabupaten Kendal Cahyanto, serta pengurus dan anggota PPW Kabupaten Kendal, juga para pegiat pariwisata.

Ketua Umum PPW Jateng, Arif Tamarudin menjelaskan, saat ini ada 90 travel agen yang bergabung di PPW Jawa Tengah, yang tersebar di tujuh Dewan Pengurus Wilayah PPW. “Yakni Kabupaten Kendal, Demak, Kudus, Jepara, Kota Semarang, Kabupaten Semarang dan Kedu Raya,” paparnya.

Menindaklanjuti kebijakan pemerintah terkait pandemi yang saat ini sudah mulai terbuka, pihaknya selaku tour operator dalam perjalanan pariwisata berharap, ke depan pariwisata bisa kembali pulih.

“Kami berharap regulasi pemerintah daerah nantinya bisa ditata lagi. Agar kebijakan-kebijakan terkait perjalanan pariwisata lebih dimudahkan. Sehingga kami bisa mudah membawa tamu-tamu sesuai dengan tujuan yang diharapkan,” ujarnya.

Ketua PHRI Kabupaten Kendal, Cahyanto mengatakan, selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini dalam rangka diskusi untuk pengembangan dan peningkatan kualitas sektor pariwisata melalui peningkatan potensi keunggulan pariwisata Jawa Tengah yang berbasis konservasi.

“Sambung rasa atau sambung hati dalam silaturahmi itu penting. Karena ketika kita bisa menyambung rasa atau menyambung hati berbagai persoalan bisa diselesaikan secara bersama sama dengan baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Kabid Pariwisata Disporapar Kabupaten Kendal, Mardi Edi Susilo menambahkan, untuk memajukan pariwisata tidak bisa dilakukan sendirian.

Karena menurutnya, pariwisata juga membutuhkan akses yang baik dan keamanan, sehingga semuanya harus bisa berkoordinasi dengan baik, termasuk koordinasi antar daerah.

“Saat ini kita masih memakai konsep wisata murah dan sederhana untuk menarik wisatawan. Salah satunya dengan menampilkan seni budaya khas Kendal. Hanya pertunjukan seperti pentas dangdut, kami belum bisa memberikan izin. Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ungkap Mardi.

Dirinya juga menyampaikan, saat ini semua wisata di Kabupaten Kendal sudah dibuka 100 persen. Sehingga bisa menggugah semangat para pegiat wisata di desa, salah satunya Pokdarwis.

“Kita bisa merangkul dan menggugah kembali semangat Pokdarwis. Karena memang diperlukan komitmen semua pihak. Sehingga diharapkan, semua pihak dapat mengeksplore potensi-potensi wisata yang ada di Kabupaten Kendal,” ujarnya.

Menurut Mardi, hal ini sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kendal, yang berkonsentrasi, supaya Kabupaten Kendal sebagai kota industri dan pariwisata sehingga potensi-potensi alam yang ada harus diexsplore dan perlu adanya kolaborasi bersama.

“Jadi, dengan adanya kegiatan semacam ini dapat mengetahui apa saja yang menjadi persoalan-persoalan dan harapan dari teman-teman paguyuban pelaku wisata, untuk kemajuan pariwisata di Kabupaten Kendal,” harap Mardi.

Sementara Ketua PPW Kabupaten Kendal, Sigit Purnomo mengatakan, dengan sudah dilonggarkannya objek wisata di Kendal ini, para pelaku wisata harus siap-siap menghadapi. Hal ini menurutnya, dikhawatirkan, para wisatawan yang seharusnya datang ke Kendal, akan lari ke daerah lain.

“Saat ini momentum pergerakan masyarakat untuk berwisata sudah sedikit bebas. Sehingga, para pelaku wisata di Kendal harus bisa memanfaatkan. Supaya perekonomian pelaku wisata bisa kembali pulih,” ungkap Sigit.

Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama, Salah Maghrib berjamaah dan selanjutnya ramah tamah antarpengurus dan anggota PPW denga para pelaku wisata.(HS)

Putra Lanyalla Mattaliti Dan Putra Khofifah Gabung Demokrat Jatim

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Sabtu (23/4/2022)