in

Gelar Podcast DIPsi, BKPSDM Demak Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan

Podcast DIPsi #17 bertema “Loyal Kepada Pancasila, Mengabdi Sepenuh Jiwa”, Rabu (3/6/2026) melalui Zoom Meeting dan Live Streming YouTube. (Sumber : demakkab.go.id)

 

HALO DEMAK – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Demak, memperingati Hari Lahir Pancasila, dengan menggelar Podcast DIPsi #17 bertema “Loyal Kepada Pancasila, Mengabdi Sepenuh Jiwa”, Rabu (3/6/2026) melalui Zoom Meeting dan Live Streming YouTube.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Demak Kendarsih Iriani, yang dipandu Host Kepala Bidang PKPKPA BKPSDM Kabupaten Demak, Wiedy Yudha Kurniawan.

Dalam podcast tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Demak Kendarsih Iriani, menyampaikan pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan kehidupan masyarakat saat ini.

Menurut Kendarsih Iriani, mengatakan bahwa bangsa Indonesia bukan hanya bangsa yang pintar, tetapi juga bangsa yang memiliki karakter.

Namun demikian Bangsa Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan, salah satunya, termasuk di Demak,  adalah munculnya polarisasi, yang membuat masyarakat mudah terpecah hanya karena perbedaan pendapat.

“Bangsa kita bukan hanya bangsa yang pintar, namun bangsa yang berkarakter. Saat ini tantangan yang kita hadapi adalah adanya polarisasi, masyarakat mudah terpecah karena perbedaan pendapat. Karena itu kita harus kembali kepada nilai-nilai Pancasila”, kata Kendarsih Iriani, seperti dirilis demakkab.go.id..

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia lahir dari keberagaman. Perbedaan suku, budaya, agama, maupun pandangan seharusnya menjadi kekuatan untuk tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Indonesia terlahir dalam keberagaman. Berbeda-beda namun tetap satu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kendarsih menekankan bahwa seluruh sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan maupun dipilih salah satu saja sebagai yang paling relevan.

Menurutnya, mulai dari sila pertama tentang Ketuhanan Yang Maha Esa hingga sila kelima mengenai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, seluruhnya memiliki nilai yang saling berkaitan dan harus diterapkan bersama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Mari bersama-sama belajar mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dari sila pertama hingga sila kelima adalah satu kesatuan yang utuh,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk terus menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, Pancasila tidak boleh hanya menjadi hafalan semata, namun harus diwujudkan menjadi budaya kerja dan semangat pengabdian.

“Loyal kepada Pancasila berarti siap mengabdi dengan hati, bekerja sungguh-sungguh, dan hadir untuk masyarakat. Karena sejatinya pengabdian terbaik adalah ketika kehadiran kita benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,”  kata dia. (HS-08).

 

 

450 ASN Pemkab Kendal Masuki Masa Purna, Tiap Bulan Ada Puluhan yang Pensiun

Lantik 9 Pengurus DPAC FKDT, Bupati Kudus : Pemkab Terus Berikan Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta