in

Pagelaran Hasil Belajar SMP Negeri 1 Cepiring, Siswa Diajarkan Cinta Budaya Nusantara

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi saat meninjau hasil karya siswa SMP Negeri 1 Kendal, Kamis (2/3/2023)

HALO KENDAL – SMP Negeri 1 Cepiring, Kabupaten Kendal, menggelar kegiatan Pagelaran Hasil Belajar, dengan tema, Kebinekaan dan sub tema, “Budaya Nusantara Sebagai Identitas Bangsa”, Kamis (2/3/2023).

Hal tersebut dilakukan untuk menumbuhkan rasa cinta budaya kepada para siswa, di tengah gempuran era globalisasi.

Kegiatan diisi dengan pagelaran seni, kreatifitas dan kewirausahaan, sebagai pembinaan talenta dan jiwa kewirausahaan siswa yang telah dibina selama ini, dalam bingkai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Para siswa SMP Negeri 1 Cepiring antusias mengikuti acara. Bersama para guru, siswa–siswi terpantau menggunakan busana adat daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, SMP Negeri 1 Cepiring merupakan salah satu sekolah penggerak dan salah satu yang terbaik menyelenggarakan kegiatan Pagelaran Hasil Belajar.

“Sehingga anak-anak mengaktualisasikan apa yang dipelajari dan juga belajar sambil mewujudkan karya. Dan ini merupakan hal yang baik, dimana anak-anak mendapatkan pemahaman belajar sambil melakukan, kemudian mengaktualisasikan atas apa yang para siswa pelajari,” terangnya.

Wahyu berpesan supaya pembelajaran kepada para siswa, harus mengandung substansi anak-anak mengalami, berinteraksi dan mengkomunikasikan apa yang dipelajari dan dilakukan.

“Selain itu, para siswa juga merefleksi, apa saja yang telah dilakukan, kira-kira ada kekurangan dimana, nanti bisa diperbaiki, bahkan dikembangkan,” ujarnya.

Wahyu juga mengungkapkan, dirinya pernah mendapatkan pertanyaan dari akademisi. Bahwa biasanya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan lebih fokus di pendidikan saja, belum ada penyelarasan dengan kebudayaan.

“Justru dengan P5 ada beberapa tema di dalamnya. Salah satunya adalah kebudayaan. Nah ini bisa menyinkrokan, antara kebudayaan dengan pendidikan,” tandasnya.

“Saya juga sadar, karakter anak juga penting, salah satunya dipengaruhi dan didukung oleh kebudayaan. Sehingga anak menjadi pintar di akademis dan memiliki karakrer yang baik,” ungkap Wahyu.

Meski demikian, dirinya tidak memungkiri, kehidupan di era globalisasi, dimana keterbukaan informasi, komunikasi dan transportasi bisa mempengaruhi perkembangan anak.

“Makanya di P5 ada salah satu dimensi namanya berkebinekaan global. Sehingga ciri khas sebagai Bangsa Indonesia, harus ditunjukkan dan dipertahankan, namun berfikir kita harus global, berfikir maju, modern, serta terbuka dengan perubahan-perubahan,” imbuh Wahyu.

Sebelumnya, Kepala SMP Negeri 1 Cepiring, Zubaidi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Pagelaran Hasil Belajar, dengan tema, Kebinekaan dan sub tema, Budaya Nusantara Sebagai Identitas Bangsa.

Menurutnya, kegiatan hari ini sebagai puncak dari rangkaian aktualisasi hasil belajar, yang dilaksanakan sejak beberapa minggu lalu.

“Terima kasih kepada seluruh siswa kelas tujuh hingga sembilan yang selama beberapa minggu ini di hari Jumat dan Sabtu, dan selama seminggu terakhir ini mempersembahkan aktualisasi hasil karya dan kreatifitas,” ujar Zubaidi.

Dirinya membeberkan, kegiatan juga diisi dengan parade permainan tradisional, seperti egrang, dakon, sondamanda, lompat tali dan sebagainya.

“Bukan permainannya yang dinikmati para siswa, tapi makna yang terkandung di dalam permainan. Yang berisi kerukunan, kebersamaan, persatuan, serta saling menghormati dan percaya,” ujar Zubaidi.

“Itulah yang kita tanamkan kepada para siswa, bahwa kebersamaan dan gotong royong sesuai dengan program P5. Sehingga diharapkan, anak-anak mempunyai sifat seperti itu,” imbuhnya.

Salah satu siswa Kelas IX, Abimanyu mengungkapkan, dengan digelarnya kegiatan ini, para siswa bisa diajarkan untuk mempertahankan budaya Indonesia.

“Dengan digelarnya pagelaran budaya ini, para siswa diajarkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia. Karena banyaknya budaya asing yang bisa melunturkan budaya kita,” ungkapnya. (HS).

Dinkes Kota Semarang: Hingga Februari Obesitas pada Anak Capai 148 Anak

Guru PAI di Kendal Sampaikan Aspirasi Terkait Sertifikasi Kepada Ketua DPRD Kendal