in

Ngerock Bareng Roy Jeconiah Gugah Nostalgia Warga Sragen

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati juga naik ke panggung, untuk duet bersama Roy Jeconiah, dalam acara puncak peringatan Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia di di Alun - alun Sentana, Katelan, Tangen, Sragen. (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Rocker Roy Jeconiah sukses “membius” ratusan penonton di Alun – alun Sentana, Katelan, Tangen, belum lama ini.

Para penggemar rocker legendaris tersebut, dibawa larut dalam sejumlah lagu hit sang maestro rock ini.

Roy yang kini berumur 55 tahun, rupanya masih memiliki suara khas tak tergantikan, membawa penonton terutama mereka penggemar musik rock bernostalgia.

Tak mau ketinggalan, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati juga naik ke panggung, untuk duet bareng mantan personel boomerang itu, dengan membawakan dua lagu, “Rumah Kita” dan “Kebyar – kebyar”.

Suasana malam minggu pada acara Rock Musik Gempur Rokok Ilegal itu, menghadirkan Roy Jeconiah yang diiringi D’Diamondz Band sebagai bintang tamu utama, sedangkan band lokal pembuka yakni, Infinity.

Diawali lagu “Enter Sandman”, “Bento”, “Rumah Kita”, “Kebyar-kebyar”, “Berita Cuaca”, “Kembali”, “Kisah”, “Bawalah Aku”, “Milikmu”, “Kisah Seorang Pramuria”, “Seumur Hidupku”, hingga “Pelangi”, membuat penggemarnya jingkrak – jingkrak.

Di tengah-tengah performnya, Roy senang bisa menghibur warga Sragen khususnya di Tangen dan sekitarnya itu.

Ia juga mengapresiasi Bupati Yuni yang selalu mengundang berbagai jenis musik untuk menghibur warganya.

“Berbagai genre musik sudah banyak dihadirkan di Sragen. Ini bukti kalau Sragen selalu cinta dan menerima jenis musik apapun, terima kasih,” kata Roy, seperti dirilis sragenkab.go.id, Minggu (25/8/2024).

Meski usia tak lagi muda, penyanyi bernama asli Roy Jeconiah Isoka Wurangian ini, masih tampak prima dengan suara-suara tinggi yang menjadi ciri khasnya.

Usai berduet dengan Roy, Bupati Yuni senang karena pertama kalinya Ia bisa duet dengan rockers ternama.

Lewat acara seperti inilah, musik rock yang seakan hilang dapat terangkat kembali popularitasnya.

“Keren! Seru banget bisa nostalgia rock 90’an dan jikrak-jingkrak bareng Mas Roy. Alhamdulillah, antusias luar biasa. Rock masih digemari oleh masyarakat. Meski aliran musik rock, keras, akan tetapi jiwanya lembut dan sejuk,” ungkapnya.

Bupati menambahkan puncak peringatan Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia tahun ini dilaksanakan berbeda dari tahun – tahun sebelumnya.

Ada tiga panggung musik, di tiga eks-kawedanan dilaksanakan secara serentak oleh Pemkab Sragen.

“Namun khusus di Tangen, musik bernuansa rock. Dan tadi juga sudah diawali genre pop. Kalau di eks-kawedanan Gemolong dan Gondang kami hadirkan jenis campursari Sragenan. Alhamdulillah, insyaAllah semua masyarakat Sragen rata menikmati musik yang disukainya,” lanjut Bupati.

Larutnya malam ternyata tidak membuat penonton beranjak menikmati belasan irama rocker ini.

Penampilan Roy yang dimulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 23.45 WIB dirasa masih kurang bagi pecinta rocker Sragen. Memungkasi konsernya malam itu, Roy membawakan Pelangi.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Sragen menggelar Gebyar Musik Kemerdekaan di tiga kecamatan di Sragen, secara serentak dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79.

Tiga kecamatan tersebut yakni Kecamatan Gondang, Kecamatan Tangen dan Kecamatan Gemolong.

Di tiap-tiap kecamatan tersebut digelar pentas musik mulai dari Parade Band Pelajar, Campur Sari untuk wilayah Kecamatan Gondang dan Gemolong hingga musik Rock yang menghadirkan bintang tamu Roy Jeconiah ex Boomerang yang digelar di alun-alun Sentana Desa Katelan Kecamatan Tangen.

Begitu pula perayaan Gebyar Musik Kemerdekaan di kawedanan Gondang yang berada di Lapangan Desa Glonggong dikemas dalam bentuk seni tradisional yang menampilkan Seni Reog Passwetan Gondang yang mengundang antusias masyarakat sekitar desa Glonggong.

“Kehadiran seni Reog Passwetan di Desa Glonggong ini merupakan bentuk kebanggan masyarakat terhadap seni budaya reog yang berasal dari wilayah Gondang. Selain menghibur warga desa Glonggong juga menguri-uri budaya khususnya seni reog.”ungkap Riyadi Guntur Rilo Subroto Camat Gondang.

Dia menjelaskan panggung hiburan dalam rangka Hari Kemerdekaan ke-79 ini dirayakan hampir disetiap sudut wilayah Kecamatan Gondang. Malam ini ada beberapa panggung hiburan pesta rakyat yang juga digelar.

Ditambahkannya dengan adanya panggung musik hiburan di Desa Glonggong dirinya ingin menghidupkan UMKM di wilayah tersebut sekaligus memberikan hiburan yang menghadirkan putra-putra daerah.

Terbukti kehadiran UMKM diseputaran Lapangan Desa Glonggong menjadi daya tarik kuliner bagi masyarakat sekitar.

Untuk menarik minat masyarakat di acara panggung hiburan musik tersebut lebih meriah, pihaknya pun menyiapkan berbagai doorprise seperti sepeda gunung, Televisi, kipas angin dan masih banyak lainnya.

“Untuk malam hari ini kami akan menghibur masyarakat dengan Parade Band Pelajar dari SMA Negeri 1 Gondang. Kemudian masyarakat juga akan dihibur oleh Campur Sari Pandawa dari Mantingan serta akan mengundi bermacam-macam doorprise. Semoga masyarakat yang datang senang.”ujarnya.

Tidak hanya itu, gelaran Gebyar Musik Kemerdekaan yang dilakukan secara berbarengan di tiga kecamatan ini dikatakannya juga sebagai media sosialisasi Gempur Rokok Ilegal yang bekerjasama dengan Dinas Kominfo Kabupaten Sragen serta Bea Cukai Surakarta.

“Melalui pentas musik dan media seni tradisional ini kami juga ingin menyelipkan pesan kepada masyarakat bagaimana dan apa itu rokok ilegal yang beredar di masyarakat.

Parade Musik Pelajar dan Campur Sari Pandawa dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda Sragen) Hargiyanto dan perwakilan Kepala OPD Kabupaten Sragen. (HS-08)

Meriahkan HUT RI, Artotel Wonderlust Hadirkan Promo Gempita Nusantara

DPD Golkar Jateng Siap Menangkan Pasangan Luthfi-Taj Yasin