HALO SEMARANG – Pemerintah tahun ini membolehkan masyarakat untuk kembali melakukan mudik Lebaran Idul Fitri dan telah menetapkan cuti bersama pada tanggal 29 April dan 4-5 Mei 2022. Kebijakan ini disambut antusias oleh perhotelan di Kota Semarang yang optimis akan meningkatkan okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel
Pasalnya, dua tahun sebelumnya saat pemerintah melarang mudik Lebaran, sangat berdampak pada okupansi semua hotel yang turun drastis.
Manager Sales Hotel Grasia Semarang, Denis mengatakan, saat ini mulai adanya peningkatan okupansi atau keterisian kamar hotel seiiring adanya pelonggaran dari pemerintah, termasuk membolehkan mudik Lebaran tahun ini. Meski dengan ketentuan harus sudah divaksin lengkap dosis dua dan booster.
Menurutnya, untuk momen Lebaran tahun ini sudah ada masyarakat yang mulai reservasi atau memesan kamar untuk menginap. Biasanya mereka adalah orang yang melakukan mudik lebaran di Semarang namun di rumah penuh. “Sehingga mereka memilih hotel untuk tempat menginap,” katanya, Jumat (8/4/2022).
Dia menambahkan, tahun ini sudah terlihat perbaikan dari sisi okupansi hotel dalam kurun waktu satu bulan terakhir, jika dibandingkan dengan puasa tahun lalu yang okupansinya hanya di bawah 50 persen.
“Yakni di kisaran 20-30 persen pada tahun lalu, kalau saat ini sudah di atas 50 persen lebih sedikit, meski puasa baru masuk dalam satu pekan,” terangnya.
Dia menargetkan okupansi hotel bisa mencapai di angka 70 persen pada momen lebaran ini.
“Ditambah dengan beberapa acara digelar belum lama ini oleh Pemkot Semarang juga bisa meningkatkan okupansi hotel. Makin sering diadakan event seperti Semarang Night Carnival (SNC) dan Healthy Summit kemarin cukup membuat okupansi hotel jadi terangkat, “ungkapnya.
Seperti diketahui, Kota Semarang juga menjadi jujugan wisata kuliner dan kota transit. Tentunya, dengan adanya kebijakan boleh mudik lebaran akan berimbas pada tingkat keterisian kamar hotel oleh para wisatawan yang berlibur ke Kota Semarang pada libur lebaran dan cuti bersama. (HS-06)