
HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim mendorong perusahaan di Kota Semarang tetap menyiapkan tunjangan hari raya (THR) untuk para pekerja atau karyawannya.
Mualim mengakui, kondisi saat ini memang cukup berat bagi para pengusaha. Dia meminta perusahaan melakukan pertemuan dengan perwakilan karyawan atau serikat pekerja untuk membahas kesepakatan jika tidak dapat memberikan THR.
“Memang pengusaha berat, tapi kami mohon tetap memberikan THR. Kalau tidak memungkinkan harus ada kesepakatan dengan karyawan atau perwakilan serikat pekerja. Karyawan juga harus memahami kondisi ini,” kata Mualim.
Lebih lanjut, Mualim juga berharap tidak ada lagi perusahaan yang dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kota Semarang, apalagi menjelang hari raya Idul Fitri.
Jika perusahaan sudah tidak memungkinkan beroperasi, dia meminta pihak perusahaan tidak melakukan PHK melainkan mengambil kebijakan merumahkan pekerja dengan tetap memenuhi hak pekerja sesuai UU 13/2003.
Menurutnya, sudah banyak perusahaan di kawasan industri yang merumahkan pekerjanya. Dia berharap, pemerintah bisa menjembatani pekerja dan perusahaan agar tidak terjadi lagi PHK.
“Mari berdoa supaya pandemi cepat hilang. Kalau belum terselesaikan mari sama-sama, masyarakat Kota Semarang yang mempunyai rezeki lebih dibagi. Kami juga menghimpun teman-teman pengusaha supaya mau menyisihkan rezekinya untuk berbagi,” paparnya.
Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang, Sutrisno mengatakan, data per 6 Mei 2020, ada 3.710 pekerja dilakukan PHK dan 11.389 pekerja dirumahkan oleh perusahaan di Kota Semarang. Dari jumlah tersebut, warga Kota Semarang sendiri sebanyak 1.186 pekerja dilakukan PHK dan 4.678 pekerja dirumahkan.
“Jumlahnya memang masih banyak yang dirumahkan,” ucapnya.
Sementara, perusahaan di Kota Semarang yang tidak melakukan PHK ataupun merumahkan, lanjutnya, hanya sekitar 35 persen dari total 4.084 perusahaan.(HS)