in

MTQ Nasional di Semarang, 2.242 Peserta dari Seluruh Indonesia Ikut Ambil Bagian

Technical Meeting dan Penetapan Peserta MTQ Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 di Jakarta, Senin (31/8/2026). (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Sebanyak 2.242 peserta akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 di Semarang, Jawa Tengah. Jumlah tersebut terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan.

MTQ Nasional akan berlangsung dari 11 September – 20 September 2026. Ada delapan cabang musabaqah, yaitu Seni Baca Al-Qur’an (329 peserta), Qira’at Al-Qur’an (184), Hafalan Al-Qur’an (331), Tafsir Al-Qur’an (130), Fahmil Qur’an (196), Syarhil Qur’an (202), Seni Kaligrafi Al-Qur’an (315), serta Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an atau KTIQ (64).

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari pengembangan talenta keagamaan yang berpotensi mendukung diplomasi Indonesia di tingkat internasional.

“Dalam beberapa bulan terakhir kami kerap diajak berkoordinasi membahas manajemen talenta atau talent scouting terkait prestasi keagamaan. Bimas Islam menjadi salah satu pihak yang diajak berkoordinasi terkait hal tersebut,” ujar Abu Rokhmad, saat Technical Meeting dan Penetapan Peserta MTQ Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurut Abu Rokhmad, MTQ yang dilaksanakan secara berjenjang selama bertahun-tahun, menghasilkan talenta di berbagai bidang keagamaan.

Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar menjadi modal kapital sosial Indonesia, terutama dalam diplomasi keagamaan.

“Kita melihat bahwa MTQ dengan segala cabang lombanya dapat menjadi salah satu talenta yang perlu terus didorong, sehingga menjadi modal kapital sosial kita dalam konteks diplomasi keagamaan,” kata dia, seperti dirilis kemenag.go.id.

“Kita bisa menjadikan hasil-hasil MTQ ini sebagai salah satu talenta yang dapat kita sebarluaskan dan diseminasikan kepada masyarakat di seluruh dunia,” lanjutnya.

Abu Rokhmad berharap Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) terus melakukan inovasi dan pengembangan agar prestasi yang lahir dari MTQ semakin dikenal di tingkat internasional.

Verifikasi Peserta

 

Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis Muhammad Hanafi, menjelaskan, proses pendaftaran dan verifikasi peserta dilakukan secara bertahap melalui sistem e-MTQ.

Pendaftaran berlangsung pada 10 Juli 2026 hingga 31 Juli 2026 dan diikuti seluruh kafilah provinsi.

Verifikasi mencakup seluruh persyaratan administratif sesuai petunjuk teknis. Data kependudukan peserta juga dipadankan secara elektronik dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Menurut Muchlis, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan validitas data sekaligus mencegah pelanggaran terkait identitas dan domisili peserta.

Ia mengatakan keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari kemegahan pembukaan atau kelancaran perlombaan.

MTQ juga diharapkan mampu memperluas kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

“Keberhasilan MTQ ini tidak hanya diukur dari kemegahan pembukaan dan kelancaran perlombaannya, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kemampuan kita memperluas kecintaan masyarakat kepada Al-Qur’an, dan juga upaya kita menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kebangsaan,” tuturnya.

Atas nama Panitia Pusat, Muchlis menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selaku tuan rumah, seluruh LPTQ provinsi, panitia pusat dan daerah, serta pihak-pihak yang terlibat dalam persiapan MTQ Nasional ke-31 Tahun 2026.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selaku tuan rumah, seluruh LPTQ Provinsi, seluruh Panitia Pusat dan Daerah, serta semua pihak yang telah bekerja sama dalam mempersiapkan MTQ Nasional ke-31 Tahun 2026 ini,” kata dia. (HS-08)

 

 

 

Kabut Asap Selimuti Kalteng, Kemenag Kalteng dan Umat Buddha Bagikan Masker pada Pengguna Jalan

DPR Terima 9.205 Aduan Masyarakat dalam Setahun, Puan Maharani Sebut Ruang Partisipasi Publik Semakin Diperluas