
HALO SEMARANG – Pelatih PSIS Dragan Djukanovic mengakui, timnya sempat kehilangan kosentrasi sejak menit 60, meski akhirnya PSIS menang 3-2 atas tuan rumah Persela di Stadion Surajaya, Lamongan, pada Sabtu (7/3/2020).
Meski puas dengan hasil akhir, Dragan sempat kecewa dengan anak asuhnya karena seakan meremehkan tim lawan. Hasilnya, Persela sempat membalas 2 gol pada babak kedua, meski PSIS pada babak pertama sudah unggul 3 gol.
“Saya puas dengan permainan tim, khususnya hingga 60 menit pertama. Pemain sudah bermain sesuai taktik. Namun pada pertengahan babak kedua, pemain seperti hilang kosentrasi, sehingga lawan mampu mencetak dua gol balasan,” katanya, saat jumpa pers usai laga.
Pada pertengahan babak, Dragan mengaku sudah mengingatkan anak asuhnya untuk tetap kosentrasi, karena Persela menurutnya merupakan tim bagus. Beberapa pemain memiliki skill individu yang baik, apalagi mereka tampil di kandang sendiri. Pemain juga sudah diingatkan agar tak meremehkan lawan meski sudah unggul tiga gol di babak pertama.
“Tapi ternyata kami sempat kecolongan dua gol di pertengahan babak kedua. Meski akhirnya kami tetap bisa meraih tiga poin di laga ini, saya sempat kecewa karena pemain kehilangan kosentrasi ketika sudah unggul 3-0,” tegasnya.
Dragan juga mengkritisi kinerja wasit yang menurutnya banyak merugikan PSIS. Dia tak tahu kenapa, ada banyak keputusan sang pengadil yang merugikan bagi PSIS.
“Ini yang harus dibenahi agar kompetisi ini menjadi lebih baik. Persoalan kualitas wasit yang harus dibenahi di kompetisi. Namun kami tetap puas dengan hasil akhir, dan berharap Persela memperoleh hasil poistif di laga selanjutnya. Persela tim bagus, kami berharap mereka tetap bertahan di Liga 1,” tegasnya.
Sementara pelatih Persela, Nil Maizar menegaskan, tiga gol cepat tim lawan di babak pertama mampu meruntuhkan motivasi timnya. Pada babak kedua, para pemain Persela sebenarnya sudah bisa bermain sesuai instruksinya. Namun dua gol yang diciptakan para pemain di babak kedua, tak cukup untuk mengejar ketertinggalan 3 gol yang telah diciptakan PSIS di babak pertama.
“Star yang tidak bagus membuat kami susah untuk mencari kemenangan. Perubahan ada, babak kedua pemain sudah berjuang keras. Tapi hasil akhir tak menguntungkan kami. Saya sebagai pelatih sangat bertanggung jawab atas hasil ini,” katanya.
Pihaknya juga akan melakukan evaluasi untuk persiapan pertandingan berikutnya. Ada beberapa kelamahan yang akan dibenahi, khususnya lini belakang yang masih rapuh dalam meredam serangan tim lawan.
“Mudah-mudahan mental pemain tak down. Sehingga di laga berikutnya kami bisa tampil lebih baik dan mampu meraih poin,” katanya.
Sebagai informasi, PSIS sukses mempertahankan rekor kemenangan atas tuan rumah Persela Lamongan di Liga 1 2020. Saat dijamu tim berjuluk Laskar Joko Tingkir di Stadion Surajaya, Lamongan, pada Sabtu (7/3/2020), PSIS sukses menang tipis 2-3. Tiga gol PSIS dicetak pada babak pertama oleh Wallace Costa (menit 3), Fredyan Wahyu Sugiantoro (16), dan Bruno Silva (45).
Sementara dua gol Persela diborong oleh Rafael Gomes de Oliveira (Rafinha) melalui penalti pada menit 60 dan sundulan kepala menit 69.
Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor PSIS yang selalu meraih poin di kandang Persela Lamongan sejak 2018.(HS)