HALO KENDAL – Kuota gas melon atau LPG tiga kilogram untuk Kabupaten Kendal, pada tahun 2022 ada penambahan dibanding tahun 2021.
Data dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Kendal, kuota LPG tiga kilogram tahun 2021 sebanyak 9.546.000 tabung atau per bulan 795.500 tabung. Sedangkan kuota tahun 2022 sebanyak 10.026.000 tabung atau 835.500 tabung per bulan.
Dengan demikian kuotanya ada penambahan sebanyak 480.000 tabung dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, pada pekan ini, stok gas di tingkat pengecer, lebih cepat habis. Bahkan beberapa warga Kabupaten Kendal kesulitan untuk mendapatkan stok gas LPG 3 kg.
Hal tersebut diungkapkan Misriatun, penjual di warung kaki lima di Kendal. Dirinya mengaku agak kesulitan mendapatkan gas 3 kg.
Biasanya, kata dia, di warung terdekat langganannya selalu tersedia. Namun sudah sepekan ini tidak bisa mendapatkan gas 3 kg setiap hari.
Oleh karena itu, ia harus mencari di toko lain. Ternyata harganya berbeda-beda, ada dengan harga Rp 21 ribu, namun ada juga yang menjual dengan harga Rp 22 ribu, bahkan ada yang mencapai Rp 23 ribu. Padahal harga normal di pasaran Rp 20 ribu/tabung.
“Iya sudah seminggu ini saya nyari gas tabung tiga kilograman sudah agak susah,” ujarnya, Sabtu (3/9/2022).
Kepala Bidang Perdagangan Disdagkop dan UKM Kendal, Abdul Aziz mengatakan, stok gas tiga kilogram di wilayah Kabupaten Kendal tetap aman-aman saja.
Namun diakui, pada bulan-bulan tertentu permintaan di masyarakat mengalami kenaikan, seperti menjelang Lebaran.
Oleh karena itu, ketika permintaan naik, maka di tingkat pengecer akan cepat habis.
“Pasokan gas tiga kilogram tidak ada masalah, lancar, justru di tahun 2022 ini ada penambahan. Tapi memang biasanya pada hari besar Islam, permintaan meningkat, sehingga kadang terjadi gejolak,” jelas Azis.
Sementara itu, Wika, penjual gas eceran mengakui, pada pekan-pekan ini memang banyak pembelian gas tiga kilogram.
Ia yang mendapat pasokan tetap sebanyak 30 tabung tiap minggunya, pada pekan ini dalam tiga hari sudah habis. Padahal biasanya sampai satu pekan baru habis.
“Jatah tetap, per minggu 30 tabung, tapi sudah seminggu ini banyak yang beli gas, jadi dua hari saja sudah habis,” ujar Wika.(HS)