HALO DEMAK – Untuk menangani persoalan banjir di Kabupaten Demak, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan penambalan tanggul Sungai Wulan yang jebol, dengan mengerahkan lima alat berat guna proses perbaikan. Ditargetkan perbaikan tanggul selesai selama tiga hari ke depan.
Sedangkan untuk kendala, yaitu akses ke tanggul yang jebol cukup jauh dan harus lewat atas tanggul yang berlumpur sehingga mempersulit mobilisasi alat berat.
Hal itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono kepada awak media, saat mendatangai lokasi tanggul Sungai Wulan yang jebol di Karanganyar, Kabupaten Demak, Senin (12/2/2024).
Dalam kunjungannya, Basuki tiba di Jembatan Tanggulangi Kudus, lokasi posko relawan bersama sejumlah pejabat PUPR lainnya. Selanjutnya, Basuki langsung menuju lokasi tanggul jebol yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari Jembatan Tanggulangi dengan menaiki perahu.
“Untuk mengurangi debit air Sungai Wulan saat ini, Waduk Kedungombo yang menuju Sungai Wulan ditutup total. Sehingga debit Sungai Wulan saat ini hanya berasal dari Sungai Lusi yang sudah dipecah ke Sungai Juwana melalui Bendung Wilalung,” ujar Menteri PUPR.
Basuki menambahkan, normalisasi Sungai Wulan dan Juwana saat ini sudah dilakukan dan sudah dalam proses lelang. Diperkirakan April 2024 mendatang, pekerjaan fisik normalisasi sudah bisa dilaksanakan. Melalui normalisasi tersebut, kapasitas daya tampung Sungai Wulan diharapkan meningkat 40 persen dari kapasitas yang ada saat ini.
“Biasanya normalisasi bisa menambah kapasitas sebesar 40 persen dari kapasitas yang ada saat ini. Pekerjaan dilakukan multiyears karena yang dinormisasi cukup panjang, yakni berkisar 250 kilometer,” imbuhnya.
Sementara untuk pengurangan genangan air banjir yang merendam permukiman di wilayah Kecamatan Karanganyar, Basuki menyebut sudah menurunkan 12 unit pompa dengan kapasitas lima meter kubik per detik untuk menyedot genangan air dan membuangnya ke Sungai Wulan.
“Hanya saja, kapan genangan air di permukiman warga tersebut bisa segera surut, kami belum bisa memastikannya. Memang kapasitas pompa terbilang kecil, tapi itu merupakan upaya untuk mengurangi genangan air,” jelas Menteri PUPR.(HS)