HALO SEMARANG – Mantan Ketua Pengurus Kota (Pengkot) Taekwondo Kota Solo, Doni Susanto diduga tega mencabuli muridnya. Informasi yang diperoleh, sementara ada tiga korban yang sudah melapor ke pihak kepolisian.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Jateng, Master Alex Harijanto yang diwakili oleh Kabid I Organisasi TI Jateng, Hassan meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengadili Doni. Pihaknya pun mengaku tidak akan mencampuri dalam proses hukum.
“Urusan hukum kita serahkan ke kepolisian dan kejaksaan. Kita tidak ada hal-hal apapun untuk mencampurinya. Tapi yang jelas Pengprov TI Jateng mendukung proses hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum,” ujarnya saat ditemui di kantor Pengprov TI Jateng di Kota Semarang, Minggu (26/3/2023).
Selain itu, TI Jateng juga sudah mengeluarkan surat rekomendasi yang ditujukan kepada Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) agar mencabut Doni Susanto dari dunia taekwondo secara permanen. Lebih lanjut, pihaknya memastikan kasus ini juga tidak ada hubungannya dengan segala urusan di organisasi taekwondo.
“Per tanggal 9 Desember 2023, Doni Susanto bukan lagi pengurus TI Kota Surakarta. Dan pada tanggal 13 Desember lalu, TI Jateng melalui surat No.183/TIJT/II/2022 menunjuk saudara Effendi Hari sebagai Plt TI Solo,” katanya.
Di sisi lain, pihaknya meminta agar Plt TI Solo untuk melakukan Musyawarah Kota dengan seluruh anggotanya. Hal ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.
“Kita juga akan melakukan konsolidasi internal di seluruh jajaran TI Jateng, sehingga kondisi dapat terkendali guna antisipasi Pra-PON 2023,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Umum PPTI Jateng, Master Alex Harijanto berencana akan memfasilitasi pendampingan medis terhadap murid yang menjadi korban perilaku tak senooh itu. Menurutnya, akibat kejadian tersebut korban pasti memiliki rasa trauma.
“Kita berencana akan berkunjung ke kediaman keluarga korban untuk memberikan bantuan pendampingan psikologis. Tapi pada intinya kedatangan kami nantinya tidak akan mencampuri proses hukum yang dialami Doni,” imbuhnya.(HS)