HALO SEMARANG – Sejak dikuncurkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, awal Juni lalu, kegiatam penanaman mangrove dalam program Mageri Segoro dilaksanakan di berbagai wilayah pesisir di Jateng.
Tanaman mangrove memang memiliki banyak manfaat, termasuk sebagai pencegah abrasi.
Mengutip data One Map Mangrove, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), seperti dirilis pojokiklim.menlhk.go.id, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki sebaran ekosistem mangrove terluas di dunia, yakni sekitar 20% atau 3,49 juta hektare dari luas total mangrove dunia.
Luas ekosistem mangrove di Indonesia sekitar 2,2 juta hektare, yang berada di dalam kawasan hutan dan 1,3 juta hektare di luar kawasan hutan, yang tersebar di 257 kabupaten/kota.
Luasnya kawasan ekosistem mangrove diikuti dengan kayanya keanekaragaman hayati (kehati) pada ekosistem tersebut, seperti ditemukannya 87 spesies burung di Kota Semarang.
Puluhan spesies burung itu terbagi menjadi kelompok burung penetap (69 spesies), migran (17 spesies) dan introduksi (1 spesies).
Juga ditemukan pula aves (burung) langka dan dilindungi, reptil, amfibi, hingga mamalia.
Ekosistem mangrove juga menjadi tempat hidup bagi lebih dari 75% spesies ikan komersial, tempat hidup berbagai jenis gastropoda, kepiting pemakan detritus, dan bivalvia pemakan plankton sehingga akan memperkuat fungsi mangrove sebagai biofilter alami.
Dapat ditemukan pula beberapa jenis flora di ekosistem mangrove seperti ketapang, nyamplung, akasia, nipah, lamtoro, dan lain sebagainya.
Diketahui bahwa nipah berpotensi menjadi sumber pangan karena pada tepung nipah tinggi serat dan rendah kandungan lemak dan kalori.
Ekosistem mangrove yang sehat berfungsi sebagai pencegahan abrasi, menahan badai, menyaring pencemar kasar, tempat hidup serta pemijahan biota laut sehingga mampu menyediakan sumber makanan bagi beberapa spesies yang ada.
Hal tersebut menunjukkan manfaat ekologis mangrove bagi masyarakat pesisir Indonesia.
Setidaknya terdapat 4 multiusaha mangrove yang dapat dilakukan oleh masyarakat pesisir secara lestari, yaitu dari kayu mangrove, carbon credits, wisata alam, dan hasil hutan non kayu.
Dari perspektif mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, hutan mangrove memiliki potensi yang sangat tinggi.
Mangrove dapat menyimpan karbon 3-5 kali lebih tinggi daripada hutan terestris lainnya.
Secara global, estimasi simpanan karbon pada ekosistem mangrove di dunia rata-rata sekitar 1.023 tonC/ha.
Hasil analisis Wahyudi et al. (2018) menunjukkan bahwa rata-rata simpanan karbon sebesar 891,70 ton/ha dengan potensi cadangan karbon total mangrove nasional sebesar 2,89 TtC.
Cegah Abrasi
Mangrove juga berperan penting dalam upaya melindungi pantai secara alami dari hantaman ombak.
Mangrove dapat membantu mencegah abrasi pantai karena akarnya yang kuat mampu menahan gelombang dan arus laut, mengurangi erosi tanah.
Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai penahan sedimen dan penyaring polutan, menjaga kualitas air laut di sekitar pantai.
Penanaman mangrove secara masif dan terpadu, serta kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan pantai, adalah kunci dalam upaya pencegahan abrasi.
Akar Kuat
Akar mangrove yang kompleks dan kuat, mampu menahan gelombang dan arus laut yang menghantam pantai.
Hal ini membantu mencegah air laut mengikis tanah pantai, yang merupakan penyebab utama abrasi.
Penahan Sedimen
Mangrove juga berperan dalam mengendapkan sedimen, yaitu material padat seperti lumpur yang terbawa oleh air. Lumpur ini akan terakumulasi di sekitar akar mangrove, membantu memperkuat garis pantai dan mencegah erosi.
Penyaring Polutan
Mangrove juga membantu menyaring polutan yang ada di air laut, menjaga kualitas air di sekitar pantai. Air yang lebih bersih akan mendukung kehidupan biota laut dan ekosistem pantai secara keseluruhan.
Habitat Alami
Hutan mangrove menjadi habitat alami bagi berbagai jenis fauna, seperti ikan, burung, dan hewan lainnya. Fauna ini juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai dan mengurangi dampak abrasi.
Edukasi dan Kesadaran:
Penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mangrove dalam mencegah abrasi.
Edukasi dan sosialisasi mengenai cara menjaga lingkungan pantai, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan kegiatan yang merusak lingkungan, sangat diperlukan.
Dengan demikian, menanam mangrove adalah solusi alami yang efektif untuk mencegah abrasi pantai.
Selain itu, upaya pelestarian mangrove juga perlu didukung oleh pemerintah dan masyarakat agar hutan mangrove tetap terjaga dan memberikan manfaat optimal bagi lingkungan. (HS-08)