in

Manfaatkan Setiap Sesi untuk Belajar

HALO SPORT – Meraih podium hanya dalam balapan keduanya di kelas utama membuat Pedro Acosta memang layak dijuluki Si Bocah Ajaib.

Acosta (19) finis ketiga pada MotoGP Portugal di Sirkuit Algarve, Portimao, 24 Maret lalu.

Kecepatan dan kecerdasan Si Hiu dari Mazarron ini dalam menguasai medan di atas motor MotoGP memang mengundang decak kagum.

Pembalap Red Bull GAGAS Tech3 itu sukses menyalip dua pembalap berlabel juara dunia, yakni Marc Marquez (Gresini Racing Ducati) dan Pecco Bagnaia (Ducati Lenovo).

Acosta benar-benar memanfaatkan setiap sesi untuk belajar.

Bukan hanya sekadar belajar dari data, setelan, dan latihan teknik, rider asal Spanyol ini juga menjadikan rival-rivalnya sebagai ’’guru’’.

Si Bocah Ajaib terang-terangan mengamati gaya membalap Bagnaia.

’’Berada di belakang Pecco itu sangat membantu saya. Saya dapat mengamatinya, karena dia adalah salah satu pembalap yang paling bisa menghemat ban,’’ tutur Acosta seperti dilansir dari GPOne.

Dalam debutnya di Grand Prix (GP) Qatar, 10 Maret lalu, ban motor Pedro cepat aus sehingga hanya mampu finis di posisi kesembilan.

’’Pecco lebih banyak mengendalikan pergerakan badannya di atas motor. Dia memutar kakinya dengan cara yang aneh dan bisa mendapatkan kecepatan di beberapa meter pertama dalam akselerasi,’’ paparnya.

Total ada lima pembalap yang disusul Acosta sejak start hingga finis, yakni Marco Bezzecchi (VR46 Ducati), Jack Miller (Red Bull KTM), Brad Binder (Red Bull KTM), Marquez, dan terakhir Bagnaia.

Pedro mengaku sangat bangga bisa melewati Pecco, juara dunia MotoGP 2022 dan 2023.

Balapan selanjutnya adalah GP Argentina, 5-7 April mendatang. (HS-06)

Wakil Ketua DPRD Jateng Berharap, Semua Daerah Siap Sambut Pilkada Serentak 2024

Junimart Girsang Soroti Banyaknya Pejabat ATR/BPN yang Tersandung Hukum