HALO SURAKARTA – Belasan mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sempat menghadang Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai mengisi Kuliah Ramadan menjelang waktu berbuka puasa di Masjid Nurul Huda UNS, Selasa (10/3/2026).
Aksi spontan tersebut menjadi ruang dialog langsung antara mahasiswa dan pemerintah daerah. Para mahasiswa memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari isu kemiskinan, integritas pemerintahan, hingga realisasi sejumlah program pembangunan di Jawa Tengah.
Alih-alih meninggalkan lokasi, Wagub yang akrab disapa Gus Yasin itu justru berhenti dan meluangkan waktu berdialog dengan para mahasiswa. Percakapan berlangsung santai namun serius di pelataran masjid kampus.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin menjelaskan sejumlah program yang sedang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, terutama yang menyasar kelompok masyarakat kurang mampu.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah persoalan ijazah siswa yang masih ditahan di sejumlah sekolah swasta karena tunggakan biaya pendidikan.
“Kami memberikan program untuk masyarakat yang tidak mampu, yang saat ini masih ada kendala ijazahnya ditahan di sekolah-sekolah swasta karena belum bisa membayar. Ini akan kami selesaikan,” ujar Taj Yasin.
Selain itu, Pemprov Jateng juga terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu agar mereka tetap dapat memperoleh pelayanan medis yang layak.
Mahasiswa juga menyinggung perkembangan program penyediaan satu rumah untuk satu kepala keluarga (KK) yang menjadi salah satu program pemerintah daerah.
Menanggapi hal itu, Taj Yasin menjelaskan bahwa program tersebut masih berjalan secara bertahap karena harus menyesuaikan dengan kondisi ketersediaan lahan.
Menurutnya, pemerintah menyiapkan beberapa skema untuk merealisasikan program tersebut. Salah satunya adalah membantu pembangunan rumah bagi warga yang telah memiliki lahan tetapi belum mampu membangun hunian sendiri.
“Kalau masyarakat sudah punya lahan tetapi belum bisa membangun rumah, itu kita bangunkan. Sementara bagi yang belum punya lahan, kita dorong melalui berbagai program penanganan backlog perumahan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian target program perumahan sudah mulai berjalan. Namun beberapa lainnya masih memerlukan kajian teknis untuk memastikan kondisi lahan aman bagi pembangunan.
Untuk itu, Pemprov Jateng menggandeng tim ahli dari sejumlah perguruan tinggi guna melakukan kajian lebih mendalam.
Selain perumahan, mahasiswa juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan di beberapa daerah di Jawa Tengah.
Taj Yasin menjelaskan bahwa sebagian laporan jalan rusak yang beredar di masyarakat sebenarnya berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten atau desa. Meski demikian, pemerintah provinsi tetap berupaya membantu penanganannya melalui dukungan anggaran.
Ia pun mengajak mahasiswa ikut mengawal pembangunan dengan menyampaikan laporan yang lebih detail agar pemerintah dapat menindaklanjuti secara cepat.
“Kalau ada laporan, tolong disertai koordinatnya supaya kami bisa langsung cek ke lapangan,” katanya.
Perwakilan mahasiswa UNS, Ino, mengaku lega karena aspirasi yang mereka sampaikan mendapat respons langsung dari Wakil Gubernur.
Menurutnya, dialog tersebut menjadi ruang komunikasi yang baik antara mahasiswa dan pemerintah daerah.
“Tadi kami menyampaikan beberapa hal terkait kemiskinan, integritas pemerintahan, dan komitmen pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menilai dari dialog tersebut terlihat adanya komitmen pemerintah untuk memperbaiki berbagai persoalan yang disampaikan mahasiswa.
“Pak Wagub juga menyatakan siap membuka ruang transparansi dan komunikasi dengan mahasiswa. Kami sudah lega,” pungkasnya.(HS)