in

Longsor di Cilacap, Jalan Utama Desa Kutabima Sudah Dapat Dilalui Sepeda Motor

Foto : bnpb.go.id

 

HALO CILACAP – Jalan Desa Kutabima, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, yang sebelumnya tertutup oleh material longsor, kini sudah dapat dilalui lagi oleh sepeda motor.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari PhD, dalam keterangan melalui bnpb.go.id, menyebutkan pembukaan kembali jalur ini, merupakan buah dari kerja keras tim gabungan. Mereka terdiri atas unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, TNI, Polri, relawan Banser NU dan masyarakat.

Adapun pembersihan material longsor dan pemulihan jalan desa, dilakukan dengan bergotong-royong menggunakan alat seadanya, seperti cangkul. Alat berat juga belum dapat menjangkau lokasi, karena harus medan melalui medan berat, terutama perbukitan dan kondisi jalan yang sebagian rusak.

Dengan akses jalan utama desa yang sudah dapat dilalui, maka hal itu juga mempercepat proses pendistribusian logistik dan peralatan yang dibutuhkan dalam tanggap darurat bencana longsor.

Adapun selain pembukaan jalan dan pembersihan material longsor, upaya percepatan penanganan bencana tanah longsor itu juga meliputi pelayanan kesehatan masyarakat terdampak oleh tim medis dari Puskesmas Cimanggu.

Kemudian untuk permakanan siap saji, Dinas Sosial telah mengaktifkan dapur umum sejak Jumat (1/4) sore. Menurut catatan hingga Sabtu (2/4) pukul 20.05 WIB, dapur umum itu telah mendistribusikan sebanyak 630 nasi bungkus bagi warga terdampak dan tim yang bertugas di lapangan.

Di samping itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citandui telah melaksanakan monitoring dan cek lokasi mulai dari tebing sungai yang terdampak sampai ke titik longsor. Dari hasil pemantauan itu, BBWS akan mengirimkan alat berat jenis eskavator Pc 50 untuk membantu proses pembersihan material dan puing longsoran.

Selanjutnya, pihak PLN juga telah turun ke lokasi untuk membantu pemulihan jaringan listrik yang sempat padam. Kondisi terkini listrik sudah normal kembali dan tim terus bersiaga untuk antisipasi ke depannya.

Sementara itu, hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Cilacap hingga Sabtu (2/4) pukul 20.05 WIB ada sebanyak 177 warga yang mengungsi. Sebagian besar warga mengungsi di SD Negeri 04 Citulang, namun ada pula yang memilih di rumah sanak keluarga.

Sebelumnya, longsor yang terjadi di Desa Kutabima, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (31/3) lalu, menyebabkan dua sapi dan 16 kambing hilang tertimbun.

Tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut, namun sebanyak 215 jiwa dari 72 keluarga terdampak.

Peristiwa itu bermula ketika Kamis (31/3) hujan deras disertai petir mengguyur Desa Kutabima, sejak 15.00-20.00 WIB. Hujan deras menyebabkan tanah gembur bercampur air, hingga menjadi lumpur, yang kemudian longsor ke pemukiman penduduk.

Hasil kaji cepat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, terdapat 17 lokasi tanah longsor di RT 06, RT 09 dan RT 04 Dusun Citulang. Material longsoran menimpa rumah warga, jalan desa, dan area pertanian.

BPBD Kabupaten Cilacap mencatat ada 3 unit rumah tertimbun, 2 unit rumah rusak berat, 3 unit rumah rusak ringan dan 49 unit rumah terancam longsor. Selain itu ada 1 unit jembatan, sawah 2 hektare, dan perkebunan 2 hektare turut terdampak longsor.

Laporan visual langsung dari lapangan oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Cilacap, Drs Wijonardi MM, saat itu menunjukkan material longsor dari bagian perbukitan telah menimbun areal persawahan dan permukiman warga yang berada di bawahnya.

Adapun material longsor lainnya juga terbawa oleh aliran Sungai Cireueui dan berdampak ke areal persawahan di wilayah Desa Cileumeuh.

Wilayah Desa Kutabima yang berjarak kurang lebih 24 kilometer dari Kecamatan Cimanggu atau 92 kilometer dari pusat kabupaten di Kota Cilacap memiliki topografi berupa perbukitan yang rawan longsor dengan kategori sedang hingga tinggi apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, sebagaimana menurut hasil kajian InaRisk BNPB.

Kondisi jalan menuju Desa Kutabima yang berkelak-kelok dan naik turun bukit, ditambah kerusakan separuh jalan dari Cileumeuh ke Kutabima akan lebih sulit diakses apabila terjadi hujan. (HS-08)

Pemkab Pekalongan Harapkan Dukungan Kejaksaan

Kasus Penolong Anjing Dilaporkan ke Polisi, Pengamat Sebut Terkait Kepentingan Orang Lain