in

Libur Lebaran, Klaten Tembus Peringkat Dua Wisatawan Terbanyak di Jateng

HALO KLATEN – Animo masyarakat untuk berwisata di Kabupaten Klaten ternyata cukup tinggi.Dalam masa liburan idulfitri 1447 H tanggal 13 Maret hingga 28 Maret 2026, Kabupaten Klaten tembus nomor dua wisatawan terbanyak di Provinsi Jawa Tengah.

“Terima kasih atas kepercayaan dan kunjungan 555.460 wisatawan selama libur Lebaran tahun 2026,” kata Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, seperti dirilis klatenkab.go.id Jumat (03/04/2026).

Angka ini, menurut dia meningkat 11 persen dibandingkan tahun lalu, sekaligus menempatkan Klaten pada peringkat dua tujuan wisata di Jawa Tengah.

Hamenang juga memaparkan capaian ini adalah hasil kerja bersama antara Pemerintah Daerah, pelaku wisata, dan masyarakat Klaten yang berhasil menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan.

Sebagai informasi, lima destinasi wisata paling banyak dikunjungi antara lain Kompleks Candi Prambanan, Rowo Jombor, Umbul Pelem, Umbul Kemanten, dan Objek Mata Air Cokro.

Klaten berada di posisi kedua kunjungan wisata terbanyak di Jawa Tengah, di bawah Kabupaten Kebumen menempati peringkat pertama, dan di atas Kabupaten Wonosobo peringkat ketiga.

Tingkat Jateng

Sementara itu untuk tingkat provinsi, Kepala Disbudparekraf Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyebutkan bahwa total kunjungan wisatawan, pada periode H-7 (13 Maret 2026) hingga H+4 Lebaran (25 Maret 2026) mencapai 687.470 kunjungan.

“Angka tersebut naik 5,25 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 653.178 kunjungan,” kata Hanung, seperti dirilis jatengprov.go.id.

Peningkatan ini terlihat dari sejumlah destinasi unggulan yang menjadi titik pantauan, di antaranya Candi Borobudur, Owabong, Baturraden, Guci, Pantai Menganti, Kota Lama Semarang, Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga, serta Candi Prambanan.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, jauh-jauh hari telah menekankan pentingnya menangkap peluang dari pergerakan jutaan manusia selama arus mudik dan balik.

“Jawa Tengah itu sentralnya Jawa. Kami siapkan infrastruktur hingga UMKM di tempat strategis, agar kebutuhan dasar pemudik terlayani. Silakan belanjakan uang saku di Jawa Tengah,” jelasnya.

Luthfi berharap adanya pergerakan masyarakat yang mudik tersebut, dapat meningkatkan perputaran uang dan perekonomian di wilayahnya.

Menurutnya, momentum mudik harus dapat ditangkap sebagai peluang, untuk menumbuhkan perekonomian di wilayah masing-masing. (HS-08)

 

 

Bertemu UNY, Bupati Purworejo Dorong Dirikan Kampus di Purworejo

Tinjau Korban Banjir Demak, Ahmad Luthfi Upayakan Layanan Dasar Warga Tetap Terpenuhi