HALO SEMARANG – Sikap Presiden RI yang menyatakan Pemerintah akan mengambil alih pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh), mendapat apresiasi politisi PKB, Anggia Erma Rini.
Anggia Erma Rini yang juga Ketua Komisi VI DPR RI itu, mengatakan langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab negara, terhadap keberlanjutan proyek strategis nasional, yang tengah menjadi sorotan publik.
Menurutnya, langkah Presiden yang turun langsung menangani isu pembiayaan KCIC merupakan wujud kepemimpinan yang bertanggung jawab dan berpihak pada kepentingan nasional.
Ia menilai proyek Whoosh tidak semata-mata berbicara soal transportasi, tetapi juga bagian dari pembangunan infrastruktur modern yang menjadi simbol kemajuan bangsa.
“Saya sangat mengapresiasi sikap tegas patriotik Pak Presiden. Ini karena tentang KCIC ya, tentang Whoosh ini. Karena ini kan tidak hanya masalah alat transportasi tetapi juga ini bagian dari muruah negara juga. (KCIC) ini adalah mode transportasi modern yang menurut saya memang bagus banget,” ujar Anggia, seperti dirilis dpr.go.id.
Lebih lanjut, menurut Anggia, Pemerintah, DPR, dan pemangku kepentingan perlu membangun komunikasi publik, yang menjelaskan manfaat jangka panjang proyek ini bagi masyarakat.
“Kita berharap negara dan semuanya kita punya narasi yang baik untuk pemajuan proyek ini yang bagus ini supaya juga tidak memberatkan bagi negara, tidak memberatkan bagi BUMN, tetapi juga punya manfaat yang maksimal juga bagi masyarakat. Menurut saya itu yang bikin narasi yang tidak baik lalu kemudian bisa mencemaskan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Anggia juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah dan DPR dalam mencari solusi terbaik terhadap pembiayaan proyek KCIC.
Ia menyebut, diskusi yang dilakukan hari ini baru menjadi langkah awal dalam proses panjang pembenahan dan penyelamatan proyek.
Anggia pun menegaskan komitmen untuk terus mengawal dan mengawasi agar proyek Whoosh dapat memberikan manfaat optimal bagi rakyat dan perekonomian nasional.
“Tadi kita juga sepakat untuk bisa narasi yang baik juga, untuk bisa menenangkan masyarakat, mencari solusi yang terbaik juga. Kita pertemuan memang tidak cukup hari ini. Harus ada pertemuan-pertemuan berikutnya,” kata Politisi Fraksi PKB ini.
Untuk diketahui, kasus Whoosh ini tak hanya terkait pembiayaan, tetapi juga adanya dugaan kasus korupsi.
Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka, saat mengikuti pertemuan Komisi VI dengan jajaran Direksi BP Danantara, KAI, dan KCIC di Bandung, Provinsi Jawa Barat, belum lama ini, juga menyinggung perihal dugaan korupsi ini.
Dia mengungkapkan saat ini KPK tengah menyelidiki kasus terkait proyek tersebut, sehingga diperlukan audit investigatif secara menyeluruh.
Langkah audit ini penting, agar setiap penggunaan dana negara dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Selain itu untuk memastikan proyek serupa ke depan tidak lagi menimbulkan beban fiskal bagi negara.
“Saat ini juga KPK sedang menyelidiki kasus dari proyek kereta api cepat. Tadi juga disampaikan salah satu pimpinan mengusulkan audit investigasi, audit secara khusus terhadap proyek kereta api cepat,” kata Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini
Sementara itu diketahui pula, Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, pernah mengatakan penyelidikan ini merupakan prosedur esensial, untuk mendapatkan kepastian hukum, yaitu memastikan ada atau tidaknya unsur pidana korupsi dalam proyek tersebut.
“Penyelidikan, penyidikan, tidak ada larangan kan. Tidak ada satu larangan untuk melakukan penyelidikan. Kan alangkah bagusnya memang kalau ada penyelidikan sehingga ada kepastian hukum,” kata Tanak, di Jakarta belum lama ini.
KPK, lanjutnya, telah memanggil dan meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait dalam proses penyelidikan ini. (HS-08).