HALO SEMARANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Kadarlusman menyetujui rencana dibangunnya ikon baru berupa Underground Simpanglima pada 2023 mendatang.
Pasalnya, dengan adanya Underground Simpanglima tersebut, diharapkan bisa mengurai kemacetan kendaraan yang melintas, terutama saat jam-jam sibuk. Dengan dibuatnya jalan untuk kendaraan melintas di bawah lapangan Pancasila kawasan Simpanglima, sekaligus bisa dimanfaatkan untuk aktivitas ekonomi. Karena ruang yang ada bisa untuk penambahan fasilitas sektor perdagangan dan jasa, dan diharapkan pemandangan yang menjadi landmark kota terlihat rapi dan bersih.
Kadarlusman mengatakan, pihaknya sangat mendukung dengan adanya pengaturan aktivitas transportasi yakni berupa lalu lintas kendaraan di jalan yang berada di bawah Simpanglima untuk menuju Jalan Pandanaran, maupun menuju Pahlawan.
“Tentunya, ini bisa mengurai kemacetan yang saat ini cukup padat di bundaran kawasan Simpanglima,” terang Pilus, sapaan akrab Kadarlusman, Minggu (19/5/2022).
Apalagi, kata Pilus, bahwa pembangunan Underground Simpanglima menjadi salah satu program Stategis Nasional (PSN) dari pemerintah pusat. Diharapkan, pembangunannya bisa berjalan baik dan lancar sehingga tahun depan dibangun sesuai rencana Pemerintah Kota Semarang. “Memang pekerjaan tersebut tidak mudah, tapi ini salah satu rencana pembangunan yang harus didorong agar terealisasi,” imbuh Pilus.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, M Irwansyah mengatakan, pengerjaan fisik pembangunan Underground Simpanglima sudah direncanakan mulai tahun 2023. Adapun konsepnya, nantinya kawasan Simpanglima dibangun tiga lantai ke bawah. Area atas dikembangkan sebagai hutan kota. Bangunan di sekitarnya akan direncanakan dengan mengusung konsep greenbuilding.
“Kendaraan yang melintas di atas akan dibatasi karena nantinya dilewatkan ke underpass,” katanya.
Dijelaskan, ruas Jalan Pandanaran dan Jalan Ahmad Yani akan berada di layer minus satu. Dan Jalan Pahlawan dan Jalan Gajah Mada masuk ke layer minus dua. Sedangkan, layer minus tiga untuk parkir.
“Di sana, juga nantinya dikombinasikan untuk pemanfaatan ruang perdagangan dan jasa. PKL kami turunkan minus satu lantai. Jadi, di luar bersih, konsepnya hijau,” papar Irwansyah.
Sedangkan untuk anggaran pembangunannya, kata Irwansyah, nantinya bisa melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) atau APBD hingga tingkat dua. Karena menurutnya pembangunan Underground Simpanglima menjadi proyek Strategis Nasional.
Diakui Irwansyah, hingga kini prosesnya masih berjalan namun belum ada lelang. Pihaknya juga membuka peluang bagi pihak swasta yang tertarik untuk turut berperan membangun Underground Simpanglima.(Advetorial-HS)