HALO SEMARANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang melakukan tes fisik terhadap 651 atlet yang tergabung dalam Program Semarang Emas (PSE). Tes ini merupakan program penguatan fisik berkala kedua pasca pada Agustus lalu.
Kabid Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KONI Kota Semarang, Teguh Santoso menjelaskan, tes berkala fisik atlet memang digelar dua kali dalam setahun. Tujuannya adalah untuk mengukur kesiapan dan menjaga fisik atlet agar tetap dalam performa terbaiknya.
“Tes fisik berkala ini menjadi acuan kami untuk mengetahui kondisi atlet secara benar. Sehingga KONI mengetahui seberapa besar kesiapan mereka menghadapi babak kualifikasi 2025 ataupun Porprov Jateng 2026 mendatang,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Saat ini banyak cabang olahraga yang sedang menggelar Babak Kualifikasi (BK) untuk menentukan kelolosan mereka dalam Porprov Jateng 2026. Oleh karena itu, sangat penting bagi KONI Kota Semarang untuk selalu memantau kesiapan kondisi atlet PSE ini.
“Ya tentu saja agar mereka nantinya dapat optimal saat turun bertanding di Porprov Jateng 2026 mendatang,” tuturnya.
Para atlet dituntut kesiapan lebih baik dari sisi Massa Tubuh (IMT), VO2Max, flexibility, power, speed power, sprint, agility serta aerobic fitness. Adapun hasil tes nantinya akan langsung dapat diketahui secara online melalui website resmi KONI Kota Semarang.
“Tes ini berkesinambungan dari tes berkala pada 2024 lalu. Memang kondisi atlet/pemain mengalami peningkatan cukup signifikan. Tapi hasil ini belum final, karena masih memerlukan analisa yang lebih mendalam. Nah kami harapkan atlet punya semangat meningkatkan kondisi mereka,” tandas Teguh.
Lebih jauh, pihaknya akan berkoordinasi dengan bidang lain seperti Pengumpulan Pengolahan Data (Pulahta), Sport Science, dan Pembinaan Prestasi agar analisis lebih valid.
“Hasil ini, nantinya akan kami sampaikan kepada cabang olahraga agar ditindak lanjuti membuat program latihan yang tepat. Target kami jelas, mempertahankan juara umum Porprov Jateng 2026,” paparnya.
Ketua Umum KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara menegaskan pihaknya akan memacu penerapan sport science untuk persiapan cabang olahraga. “Jadi tes ini tak hanya menghasilkan sebuah data atlet. Tapi, bagaimana data tersebut bisa menjadi acuan cabang olahraga dalam memberikan program latihan. Jadi semua harus berdasarkan data. Ini pentingnya sport science,” tutup Arnaz.(HS)