HALO KENDAL – Komisi B DPRD Kendal mendorong pemerintah kabupaten supaya persyaratan terkait lelang proyek pembangunan Pasar Weleri yang ditetapkan, bisa segera dipenuhi para peserta lelang. Sehingga segera ada pemenang lelang untuk membangun Pasar Weleri.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi B DPRD Kendal, Dian Alfat Muchammad kepada Dinas Perdagangan, Koperasi (Disdagkop) dan UKM Kabupaten Kendal saat rapat, yang membahas proses pembangunan Pasar Weleri, Senin (12/6/2023).
“Proses lelang Pasar Weleri yang sudah pernah gagal sebanyak tiga kali, dan kami memanggil Disdagkop dan UKM untuk rapat dengan Komisi B pada Senin (12/6/2023) lalu. Hal ini dalam rangka meminta penjelasan terkait hal tersebut,” ungkapnya, Sabtu (24/6/2023).
Dari rapat tersebut, lanjut Dian, diketahui bahwa gagalnya proses lelang terjadi di Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) selaku pihak penyedia. Pada proses tersebut, para peserta lelang dinyatakan tidak memenuhi syarat, sehingga proses lelang akhirnya gagal sebanyak tiga kali.
“Saat buka LPSE saya lihat ada empat perusahaan yang ikut lelang dan mereka gagal semua. Kejadian ini sama persis dengan retender-retender sebelumnya. Semuanya gagal karena tidak memenuhi syarat seperti yang dipersyaratkan dalam lelang,” jelasnya.
Dian pun mengingatkan, Pasar Weleri merupakan pasar terbesar di Kendal yang mengalami kebakaran pada November 2020 silam. Pasar itu memerlukan pembangunan baru karena kondisinya luluh lantak akibat kebakaran.
“Entah akan terjadi apa jika gagal lagi (lelangnya). Ini sudah keempat kalinya dilelang. Jangan sampai gagal lagi,” tandasnya memperingatan dinas terkait.
Ia pun berharap, pada proses lelang, bisa ditentukan pemenangnya agar pembangunan Pasar Weleri bisa segera dieksekusi dan pembangunannya jangan bertele-tele. Karena jangka waktu pelaksanaan pembangunan hanya enam bulan saja.
“Pembangunan harus segera dilakukan mengingat pasar tersebut merupakan pasar terbesar di Kendal dan menjadi pusat perekonomian utama bagi warga Weleri dan sekitarnya. Pasar Weleri juga menghidupi ribuan pedagang dan keluarganya,” ungkap Dian.(HS)