in

Kominfo Demak Gelar Bimtek Keamanan Siber

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Demak, menggelar Bimtek Keamanan Siber, di lingkup Pemerintah Kabupaten Demak, baru-baru ini di Ballroom Wakil Bupati Lantai I. (Foto : demakkab.go.id)

 

HALO DEMAK – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Demak, menggelar Bimtek Keamanan Siber, di lingkup Pemerintah Kabupaten Demak, baru-baru ini di Ballroom Wakil Bupati Lantai I.

Bimtek digelar untuk meningkatkan kemampuan pegawai, yang menggelola sistem elektronik dan website di masing-masing OPD, dalam menangkal insiden siber.

Seiring perkembangan teknologi informasi, ancaman insiden siber pun diperkirakan bakal meningkat.

Kegiatan yang diselenggarakan selama 2 hari dari tanggal 14 Mei 2024 sampai 15 Mei 2024 itu, menghadirkan 2 narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). yaitu Aprita Danang Permana dan Achmad Ridho.

Adapun peserta bimtek terdiri dari 43 pengelola website masing-masing OPD.

Dalam sambutannya, Plt Kadinkominfo Umar Surya Suksmana menyampaikan pada tahun 2024 telah terindikasi 21 sistem elektronik dan website, yang telah disusupi slot gacor.

Dengan kejadian tersebut diperlukan adanya bimek keamanan siiber bagi agen CSIRT di masing – masing OPD guna meningkatkan pehamanan keamanan siber di Pemerintah Kabupaten Demak.

”Bimtek ini perlu dilakukan untuk proteksi baik pada peralatan komputer, infrastruktur, sistem elektronik maupun dari sisi sumber daya manusia,” kata Umar, seperti dirilis demakkab.go.id.

Menurut Umar dalam pengelolaan insiden siber  tidak hanya wewenang dan tugas Dinkominfo saja  tetapi menjadi tanggung jawab bersama sehingga perlu sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak dan antar OPD.

Sementara, narasumber dari BSSN Aprita Danang Permana mengatakan, tren anomali trafik keamanan siber periode Januari – Desember 2023 tercatat terdapat 403.990.813 anomali trafik.

”Top 3 jenis anomali trafik meliputi malware activity sebesar 44,47persen, trojan activity sebesar 33,28 persen dan information leak sebesar 9,36 persen”, kata Aprita.

Lanjutnya, serangan siber merupakan akvitas yang bertujuan untuk merusak atau mendapatkan kontrol akses pada sebuah aset atau jaringan komputer.

”Serangan siber dapat dilakukan secara individu, maupun secara berkelompok atau organisasi,” kata dia. (HS-08)

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Kamis (16/5/2024)

Pilkada Jalur Independen di Batang Sepi Peminat