in

Klaster Lapas Di Kendal Meningkat

Lapas Kelas IIA Kabupaten Kendal.

 

HALO KENDAL – Kekhawatiran akan munculnya klaster Lapas terbukti, dengan meningkatnya jumlah warga binaan dan pegawai yang positif terkonfirmasi Covid-19 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal. Saat ini kasus terkonfirmasi Covid-19 di Lapas Kendal bertambah menjadi 230 orang.

Sedangkan, di Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, yang semula ada 9 orang, sekarang bertambah menjadi 13 orang.

Hal ini berdasarkan hasil swab PCR yang dilakukan petugas pada Selasa (25/5/2021).

Data dari Lapas Kendal pada saat Lebaran Idul Fitri tanggal 13 Mei 2021 tercatat jumlah warga binaan penghuni Lapas Kelas IIA Kendal sebanyak 230 orang.

Sementara data dari Dinas Kesehatan Kendal pada pemeriksaan awal setelah Lebaran terdapat tiga pegawai Lapas yang positif Covid-19.

Sedangkan jumlah warga binaan di Lapas Terbuka Kendal sebanyak 18 orang dan jumlah pegawai sekitar 60 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, untuk mencegah adanya penyebaran, langkah yang dilakukan adalah memisahkan tahanan yang positif Covid dengan tahanan yang negatif di sel yang berbeda.

Dirinya menegaskan, pihak Dinkes Kendal juga terus memantau kondisi kesehatan warga binaan setiap hari.

“Setiap hari ada petugas yang memantau, kemudian melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala dan memberikan obat-obatan serta vitamin. Bila ada yang kondisinya perlu perawatan serius, maka segera dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19,” katanya, Jumat (28/5/2021).

Ferinando menambahkan, peningkatan kasus Covid-19 yang cukup tinggi di Kabupaten Kendal terjadi selama bulan Mei 2021.

“Pada periode sebelum Lebaran, mulai tanggal 1 sampai 12 Mei 2021 jumlah penambahan kasus positif sebanyak 103 orang. Sedangkan periode setelah Lebaran, mulai tanggal 13 sampai 24 Mei 2021 ada penambahan kasus sejumlah 301 orang,” paparnya.

Dengan demikian, perbandingan dua minggu sebelum Lebaran dan dua minggu setelah Lebaran ada peningkatan kasus hampir 200%.

“Setelah Lebaran ada klaster baru, di antaranya klaster Lapas dan klaster musala,” jelasnya.

Langkah yang diambil untuk mencegah penyebaran Covid-19 akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait protokol kesehatan 5M.

“Selain itu, mulai hari ini, kami juga melaksanakan razia masker, juga dibarengi sosialisasi dengan aksi bagi-bagi masker ke masyarakat yang akan dilaksanakan di pasar-pasar tradisional,” pungkas Ferinando.(HS)

Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Boyolali Mulai Diserang Hama

Memasuki Kemarau, Persediaan Beras dan Jagung di Boyolali Masih Aman