in

KKN Periode Januari – Februari 2026, Unsoed Merakyat, Unsoed Berdampak

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono berfoto bersama mahasiswa KKN dan pimpinan Unsoed, sebelum penempatan para mahasiswa itu ke sejumlah desa di banyumas. (Foto : banyumaskab.go.id)

 

HALO BANYUMAS – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) akan menempatkan 160 mahasiswa yang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), di Kecamatan Somagede dan Kedungbanteng, Banyumas.

KKN periode ini dilaksanakan selama 35 hari, terhitung mulai 7 Januari hingga 10 Februari 2026.

Hal itu disampaikan Sekretaris LPPM Unsoed, Dr Sri Wahyu Handayani SH MH dalam acara pelepasan yang Pendopo Wakil Bupati Banyumas, Rabu (7/1/2026).

Lebih lanjut Sri Wahyu Handayani mengatakan bahwa mahasiswa KKN tersebut akan ditempatkan di 9 desa di Kecamatan Somagede dan 6 desa di Kecamatan Kedungbanteng.

Program kerja KKN di Banyumas akan mengkolaborasikan jenis KKN Tematik Reguler Pemberdayaan Masyarakat dan Tematik Penurunan Bencana.

Hal itu didasari oleh isu yang viral saat ini tentang mitigasi penanggulangan bencana di Kabupaten Banyumas.

Maka dari itu, dia berharap para mahasiswa sudah siap untuk bersinergi ke lingkungan masyarakat.

“Kami harapkan adek-adek mahasiswa ketika terjun ke masyarakat sudah matang untuk terjun bersinergi dengan masyarakat yang ada di Kabupaten Banyumas”, kata dia, seperti dirilis banyumaskab.go.id.

Rektor Unsoed,  Prof Dr Ir Akhmad Sodiq MSc Agr menyampaikan kepada mahasiswa untuk selalu menjaga kesehatan dan ketertiban di lokasi penempatan.

Apabila kedua hal tersebut sudah terwujud, maka dianggap sudah siap untuk mengerjakan program kerja yang telah dibuat. Terutama pada Program Pemberdayaan Masyarakat.

“Program yang harus selalu diikuti adalah berkaitan dengan Pemberdayaan Masyarakat,” ujarnya.

Pemberdayaan Masyarakat merupakan upaya untuk menumbuhkan kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri secara mandiri.

Peran mahasiswa disini untuk membantu memecahkan masalah dan mengembangkan potensi desa berdasarkan keilmuan yang sudah dipelajari.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, dalam sambutannya berharap melalui kegiatan KKN ini mahasiswa tidak hanya belajar untuk menerapkan teori ke dalam praktik, tetapi juga dituntut untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat serta membantu mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi desa.

Melalui tema “Unsoed Merakyat, Unsoed Berdampak: Penguatan Resiliensi dan Kemandirian Desa melalui Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045”, ditegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di desa tidak semata-mata untuk memenuhi kewajiban akademik.

Mereka juga sebagai bagian dari upaya kolektif dalam memperkuat kapasitas masyarakat agar menjadi lebih tangguh, mandiri, dan memiliki daya saing berkelanjutan.

“Kegiatan KKN juga menjadi momentum bagi saudara-saudara untuk membangun kepekaan sosial, memperkuat karakter kepemimpinan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” kata dia.

Bupati  juga meminta para camat beserta kepala desa untuk turut ikut serta menyukseskan agenda program dan kegiatan para peserta KKN.

Fasilitasi, kerja sama serta koordinasi yang baik dengan pihak terkait bisa membuat program ini menjadi efektif, berdaya guna dan berhasil guna.

Sebagai penutup kegiatan ini diakhiri dengan penyematan almamater oleh Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq  dan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, kepada dua mahasiswa secara simbolis yang menandakan telah dimulainya kegiatan KKN. (HS-08)

 

 

Serahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran, Bupati Banyumas Minta Jajaran Fokus pada Program Prioritas

Anggaran Dipotong Rp 393 Miliar, Bupati Cilacap : Saya Sampaikan Permohonan Maaf pada Masyarakat