in

Kilang Pertamina Terbakar Lagi, Pemerintah Harus Revolusi Total Sistem Keselamatan

Petugas pemadam melakukan pendinginan pasca kebakaran. (Foto : mediacenter.riau.go.id)

 

HALO SEMARANG – Anggota Komisi XII DPR RI, Jalal Abdul Nasir, meminta dengan tegas agar Pertamina melakukan revolusi total sistem keselamatan, agar tak ada lagi kebakaran kilang di Indonesia.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI, Jalal Abdul Nasir, menyoroti serius insiden kebakaran kilang Pertamina, kali ini di Kilang Pertamina RU II Dumai.

“Pertamina harus sangat berbenah. Kebakaran kilang tidak boleh lagi dianggap sebagai hal yang biasa,” kata dia, di Jakarta.

Menurut dia, kebakaran seperti ini adalah persoalan serius, yang menyangkut keselamatan, keamanan energi nasional, dan kepercayaan publik.

“Harus dihentikan selamanya,” tegas Jalal, seperti dirilisn dpr.go.id.

Menurut Jalal, kejadian berulang ini menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pengamanan dan penerapan SOP.

Ia menilai perlu adanya revolusi total sistem keselamatan, bukan sekadar perbaikan parsial.

“SOP dan sistem otomatis pengamanan kilang harus sangat dikuatkan dan ditingkatkan. Pertamina harus memiliki sistem deteksi dini dan pemadam otomatis yang bekerja cepat dan akurat. Tidak boleh lagi bergantung pada reaksi manual yang lambat,” lanjutnya.

Karena itu, dia memaparkan sejumlah langkah konkret yang perlu segera dilakukan Pertamina.

Pertama, audit menyeluruh SOP operasional dan keselamatan di seluruh kilang minyak.

Kedua, penerapan sistem otomatis untuk deteksi kebocoran, kebakaran, dan shutdown darurat.

Ketiga, latihan rutin dan simulasi insiden agar seluruh personel tanggap terhadap potensi bahaya.

Keempat, transparansi dan akuntabilitas jika terjadi pelanggaran atau kelalaian. Kelima, kolaborasi dengan lembaga pengawas independen dan aparat keselamatan nasional.

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya keselamatan (safety culture) di lingkungan kerja Pertamina.

“Budaya keselamatan harus menjadi DNA setiap pekerja. Tidak ada kompromi terhadap keselamatan,” tegas Politisi Fraksi PKS ini.

Sebagai BUMN strategis yang mengelola aset vital negara, Pertamina, menurut Haji Jalal, memiliki tanggung jawab besar terhadap keamanan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Setiap kebakaran tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga mengancam keselamatan warga sekitar dan merusak kepercayaan publik.

“Negara dan masyarakat membutuhkan Pertamina yang kuat, profesional, dan aman. Jangan sampai kejadian berulang ini menurunkan kredibilitas dan semangat nasionalisme dalam menjaga energi bangsa,” ujarnya.

Pria yang kerap disapa Haji Jalal ini lalu menyerukan agar pemerintah melalui BUMN dan Kementerian ESDM segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen risiko Pertamina dan memastikan langkah pembenahan diimplementasikan dengan cepat dan terukur.

“Sudah saatnya Pertamina bertransformasi menjadi perusahaan energi kelas dunia yang aman dan terpercaya. Tidak boleh ada lagi korban dan kerugian akibat kelalaian,” kata dia.

Pemadaman

Sebelumnya, sebuah insiden kebakaran kembali terjadi di area Kilang PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) II Dumai, Jalan Putri Tujuh, Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Rabu (1/10/2025) malam.

Kapolres Dumai, AKBP Angga Febrian Herlambang, seperti dirilis mediacenter.riau.go.id, mengatakan api pertama kali terlihat sekitar pukul 20.00 WIB. Lalu api berhasil dipadamkan pada pukul 23.20 WIB setelah dilakukan serangkaian upaya pemadaman dan pendinginan.

Kronologis bermula ketika operator yang bertugas di area kilang, melihat munculnya api.

Petugas langsung melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

“Namun, karena api cukup besar, tim gabungan dari internal perusahaan bersama kepolisian bergerak cepat, termasuk melakukan sterilisasi radius tertentu untuk mencegah risiko pencemaran maupun ledakan lanjutan,” ujar Angga.

Begitu mendapat laporan, Angga segera berkoordinasi dengan pihak manajemen PT KPI RU II Dumai. Saat itu api masih dalam proses pemadaman, sehingga TKP belum dapat didekati.

“Setelah api padam pukul 23.20 WIB, tim bersama pihak perusahaan melakukan pendinginan dan pemantauan lanjutan hingga situasi benar-benar aman,” kata Angga.

Manager Communication, Relations & CSR PT KPI RU II Dumai, Agustiawan, mengatakan peristiwa kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dan saat ini kondisi sudah terkendali. Luasan area yang terdampak sekitar 100 meter persegi di bagian atas bangunan, namun operasional kilang secara umum tetap berjalan. Kami juga terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk proses investigasi lebih lanjut,” jelasnya. (HS-08)

Tegas, Legislator Komisi V Ini Minta Jangan Lagi Ada Nyawa Santri Jadi Taruhan Akibat Salah Struktur Bangunan

Kemenkes Percepat Penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi bagi Dapur MBG