HALO SEMARANG – Maraknya aksi demonstrasi di berbagai wilayah Indonesia belakangan ini menjadi perhatian banyak pihak. Tak sedikit aksi yang berujung ricuh hingga mengakibatkan kerusakan fasilitas umum dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD IBI) Provinsi Jawa Tengah, Dr. Istirochah, S.SIT, BD, M.Kes, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di Jawa Tengah dan Kota Semarang. Ia menekankan pentingnya persatuan, kekompakan, serta sikap saling menjaga agar ketenangan masyarakat tetap terjaga.
“Ini rumah kita, kita rawat bersama, kita jaga bersama. Dikhawatirkan, dengan kondisi yang tidak kondusif akan juga mengganggu pelayanan kesehatan bagi warga. Ini tentu akan sangat mengkhawatirkan,” ujarnya di Semarang, Rabu (3/9/2025).
Menurut Istirochah, kondisi sosial yang tidak stabil berpotensi menghambat berbagai pelayanan publik, termasuk layanan kesehatan. Padahal, Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan jumlah tenaga kesehatan terbesar di Indonesia, di mana peran bidan sangat vital dalam pelayanan ibu dan anak. Data Dinas Kesehatan Jateng mencatat, lebih dari 35 ribu bidan tersebar di seluruh kabupaten/kota yang setiap hari melayani masyarakat.
“Jika situasi tidak kondusif, akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan bisa terganggu. Hal ini akan berdampak langsung pada keselamatan ibu hamil, bayi, serta pasien dengan kondisi darurat,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa Jawa Tengah kerap menjadi barometer keamanan nasional karena posisinya yang strategis di tengah Pulau Jawa. Oleh sebab itu, stabilitas daerah harus dijaga bersama-sama agar masyarakat bisa tetap produktif.
Sebelumnya, Polda Jawa Tengah juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga ketertiban. Aparat keamanan memastikan akan mengawal jalannya aksi demokrasi selama sesuai aturan, namun tetap menindak tegas tindakan anarkis.
Istirochah menegaskan pihaknya akan berperan aktif dalam memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat sipil, guna memastikan keamanan dan kesehatan warga tetap terjamin.(HS)