in

Ketika Para Mantan Preman dari Ponpes Sandal Khataman Alquran di Balai Kota Semarang

Puluhan santri Sandal saat kegiatan khataman di Gedung Aula Balai Kota Semarang, Minggu (5/3/2023) malam.

HALO SEMARANG – Puluhan santri preman dari Pondok Pesantren (Ponpes) Santri Ndalan (Sandal) Nusantara khataman di Gedung Aula Balai Kota Semarang, Minggu (5/3/2023) malam. Haflah Khataman Akhirussanah tersebut merupakan yang ketiga kalinya.

Kegiatan itu diikuti 23 santri putra dan putri binaan Sandal dan 16 Bregadha Wira yang merupakan santri berlatar belakang preman berusia rata-rata lebih dari 40 tahun. Pengasuh Santri Ndalan Nusantara, Muchamad Nurul Huda mengucapkan rasa syukurnya karena telah mentasyakuri sejumlah santri yang memiliki latar belakang dari kehidupan keras jalanan Kota Semarang.

“Alhamdulillah, Sandal menjadi gerbang pertama yang mungkin mengadakan haflah akhirsunnah dan mengkhatamkan peserta yang kebanyakan dari kalangan atau mantan preman-preman jalanan di Kota Semarang ini,” ujar Gus Huda sapaan akrabnya.

“Jika seseorang sudah sepakat untuk mondok, artinya juga harus sepakat menjadi hamba ilmu, seorang hamba ilmu harus ikut apa kata ilmu, bukan ilmu ikut kata kita,” lanjutnya.

Di sisi lain, Gus Huda juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Semarang yang sudah memberikan tempat untuk mengadakan acara tersebut. “Alhamdulillah, Pemkot Semarang selalu mendukung langkah kami dari segi apapun,” terangnya.

Diketahui, Pesantren Santri Ndalan Nusantara (Sandal) sudah mengajak anak-anak, remaja, dan orang dewasa yang ‘punya masalah’ untuk bisa menimba ilmu. Santri di pesantren ini terdiri dari mantan preman, mantan napi, mantan peminum, pemabuk, hingga mantan pengguna narkoba.

Santri Ndalan terdiri dari berbagai latar belakang mulai dari anak jalanan, preman, debt collector, dan alumni jeruji besi dengan beragam kasus. Karena belum memiliki bangunan yang permanen, Sandal Nusantara juga akan membangun Pondok Pesantren (Ponpes) yang terletak di tengah kota tepatnya di Jalan Taman Pleburan No 8, Semarang Selatan, Semarang.(HS)

Dampingi Mentan Panen Raya Bawang Merah di Brebes, Taj Yasin Imbau Petani Tidak Jual Lahan ke Pengembang

Ada Dugaan Penyelundupan Mobil Mewah di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, MAKI Lapor ke Bea Cukai