HALO SEMARANG – Para pemuda harus dapat memiliki pengetahuan dan menyadari akan bahaya intoleransi, karena bukan hanya mengganggu dan menghambat proses kehidupan berbangsa serta bernegara, melainkan juga mengancam NKRI.
Terlebih apabila intoleransi, kemudian bermetamorfosis menjadi radikalisme terorisme, yang berkembang secara bebas.
Penekanan itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Komjen Pol Boy Rafli Amar, dalam acara peresmian Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan NKRI (Warung NKRI) ke-18, di Zero Cafe Sabang, Aceh, Kamis (15/12/2022).
Peresmian Warung NKRI yang diinisiasi BNPT RI itu, mengangkat tema “Bersinergi Membangun Generasi Nusantara Harmoni.”
Kepala BNPT RI, Komjen Pol Boy Rafli Amar, menjelaskan kehadiran Warung NKRI merupakan salah satu upaya mencegah penyebaran virus intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
Paham-paham seperti itu tidak boleh berkembang di Indonesia, karena bertentangan dengan semangat nilai-nilai luhur bangsa.
Virus Intoleransi juga harus diberantas, untuk memperkuat ketahanan masyarakat Indonesia yang heterogen, khususnya para generasi muda.
Karena itu anak muda harus dapat menyadari bahaya paham intoleransi yang mengganggu, mengancam dan menghambat proses kehidupan berbangsa serta bernegara.
Salah satunya apabila intoleransi bermetamorfosis menjadi radikal terorisme yang berkembang secara bebas.
“Oleh karena itu semangat kebersamaan dari program Warung NKRI, diharapkan akan tumbuh untuk menyebarkan pesan-pesan penting, kepada generasi muda yang dapat disampaikan kepada masyarakat luas, dan bisa menjadi bagian upaya membangun kesadaran bersama,” kata dia, seperti dirilis bnpt.go.id.
Karena Boy menekankan perlunya kesadaran kolektif, untuk memperkuat dan memperkokoh ketahanan bangsa, terhadap virus intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
Jenderal lulusan Akpol 1988 ini juga menambahkan bahwa virus intoleransi bisa mempengaruhi kalangan manapun, hingga secara tidak sadar menjadi bagian dari penyebarluasan paham intoleransi radikal terorisme.
Ia menambahkan dengan menggunakan konsep pentahelix, dirinya berharap Warung NKRI dapat menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat secara jelas dan masyarakat menyadari bahwa ada potensi ancaman yang bisa datang tanpa disadari.
“Karena dengan adanya kegiatan ini kesadaran bisa lebih meningkat dan menutup ruang dari pergerakan paham intoleransi radikal terorisme yang bertentangan dengan nilai-nilai bangsa kita,” ungkap kepala BNPT RI.
Di lain pihak, PJ Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi menyambut baik kehadiran Warung NKRI di kota Sabang.
Dengan kehadiran Warung NKRI, dirinya berharap hal ini bisa menjadi media yang strategis untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan yang dapat membangun rasa nasionalisme generasi muda kota Sabang.
“Kami tentu sangat senang dan sangat mendukung hadirnya Warung NKRI di kota sabang ini. Selain tempat ngumpulnya anak-anak muda, tempat ngopi, tentu juga ini menjadi wadah untuk diskusi, membicarakan isu-isu dan sekaligus menjadi media yang cukup efektif untuk memupuk nilai nilai kebangsaan, khususnya bagi anak-anak muda di kota Sabang,” ungkap Reza Fahlevi.
Warung NKRI merupakan salah satu program Sinergisitas pencegahan terorisme yang dilakukan BNPT RI bersama pemerintah di level pusat dan daerah, akademisi, komunitas, media dan pelaku usaha. selain menjalankan fungsi warung, Warung NKRI juga akan menjadi ruang diskusi dan dialog terkait nilai-nilai kebangsaan.
Peresmian ini dihadiri oleh Pj. Wali Kota sabang, Reza Fahlevi, Wakil Ketua MPU Aceh, Muhibbuthabary, Ketua KNPI Aceh, Aulia Rahman dan Kaban Kesbangpol Kota Sabang T. Ramli Angkasa, tokoh-tokoh agama setempat dan juga perwakilan dari mitra deradikalisasi Aceh. (HS-08)