HALO SEMARANG – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, menyatakan bahwa konten di sejumlah media sosial, yang menyebutkan ulat bulu bisa menyebabkan kematian manusia dalam waktu empat jam, setelah tersengat racunnya, adalah hoak.
Tetapi sejumlah media asing juga menyebutkan bahwa racun yang dikeluarkan ulat bulu puss caterpillar tersebut tetap berbahaya bagi manusia.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, M Syahril menegaskan baru-baru ini, beredar konten di media sosial, yang menyatakan bahwa ulat berbulu dapat menyebabkan kematian dalam waktu empat jam setelah menyuntikkan racunnya.
Namun demikian, menurut dia, asal usul ancaman dari ulat berbulu ini belum jelas.
Dia pun kemudian mengungkap faktanya, bahwa ulat bulu yang dimaksud merupakan puss caterpillar atau ulat kucing atau ulat asp, yang banyak ditemukan di wilayah selatan Amerika Serikat.
Ulat ini dapat tumbuh dengan panjang sekitar 1 inci dan ditutupi oleh bulu berwarna abu abu dan oranye.
Ulat ini memiliki kelenjar racun yang terletak di dasar tubuh dan tersembunyi di antara bulunya yang lebat.
Sengatan ulat ini dapat menimbulkan reaksi yang berbeda pada setiap orang. Sengatan ulat ini, hanya berbahaya bagi orang yang menderita reaksi ekstrem terhadap gigitan serangga
“Faktanya memang beracun, tapi tidak ada fakta yang menyebutkan kalau ulat ini bisa membunuh manusia. Hoaks itu,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr M Syahril, seperti dirilis sehatnegeriku.kemkes.go.id.
Orang yang terkena sengatan ulat berbulu ini, perlu segera mencuci area tubuh yang terkena sengatan, dengan sabun dan air mengalir untuk mengurangi rasa sakit.
Orang tersebut juga disarankan menggunakan krim anti-gatal, jika bagian yang disengat mulai terasa gatal.
“Segera ke dokter sekiranya ada alergi terhadap gigitan serangga atau jika dirasa gejala terasa lebih parah,” kata Syahril.
Nyaris Meninggal
Untuk diketahui, The Sun, sebuah surat tabloid Britania Raya, pada 2018 silam pernah memberitakan tentang seorang remaja, yang hampir meninggal, setelah tersengat ulat bulu puss caterpillar.
“Teen almost killed after being stung by venomous puss caterpillar that left him with crippling seizures at a wedding,” demikian judul berita tersebut.
Dikisahkan, Ryan Parrish (16), sedang menghadiri pernikahan di luar ruangan pada tanggal 25 Agustus di Brooklet, Georgia, AS, ketika seekor ulat bulu menempel di lengan kirinya.
Remaja itu dilarikan ke rumah sakit karena mengalami kejang dan masalah pernapasan
Meskipun serangga yang terlihat seperti bola rambut itu hanya menempel padanya selama beberapa detik, Ryan jatuh pingsan 30 menit kemudian.
Remaja tersebut kemudian dilarikan ke rumah sakit, karena mengalami kejang dan masalah pernapasan, hingga kiemudian ditolong menggunakan steroid.
Setelah terus pingsan sepanjang hari, Ryan kemudian dirawat kembali di rumah sakit, di mana dia tinggal selama tiga hari untuk memulihkan sengatannya.
Selain The Sun, The New York Time juga pernah memberitakan tentang warning dari para ahli kehutanan di Virginia, Amerika Serikat, terhadap keberadaan ulat bulu ini.
Seperti dirilis New York Time, Departemen Kehutanan Virginia mengatakan mereka telah menerima laporan adanya ulat yang tampak berbulu di Virginia timur.
Rambutnya menempel pada kelenjar beracun, kata Eric Day, dari Lab Identifikasi Serangga Virginia Tech.
“Menyentuhnya dapat menyebabkan reaksi yang menyakitkan, yang tingkat keparahannya dapat bervariasi,” kata Mr Day.
Gejala lain dapat berupa nyeri yang datang secara bergelombang, ruam, demam, kram otot, atau pembengkakan kelenjar, menurut University of Michigan. (HS-08)