in

Kekeringan Melanda Banyumas, Banyak Lahan Tak Bisa Ditanami

Lahan sawah di Desa Karangwelas, Kecamatan Jatilawang, Banyumas yang mengering, Selasa (5/9/2023).

HALO BANYUMAS – Kekeringan akibat kemarau yang terjadi di berbagai daerah, juga dirasakan warga Desa Karangwelas, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Di mana puluhan hektare sawah di sana hampir delapan bulan terakhir mengalami kekeringan.

Sekretaris Desa Karanglewas, Nanang Rokhim mengatakan, persawahan di wilayahnya sebagian besar merupakan sawah tadah hujan, yang artinya hanya mengandalkan air hujan untuk pengairan.

“Jadi warga hanya mengharapkan air hujan untuk pengairan sawahnya. Jika musim panas seperti saat ini, terpaksa dibiarkan saja hingga musim hujan tiba,” terangnya, dalam rilis yang diterima halosemarang.id, Selasa (5/9/2023).

Sementara itu, salah seorang warga Dusun 2, Desa Karangwelas, Prasetio mengaku, sawah yang kering berdampak kepada ekonomi warga yang menggantungkan hidupnya dari bercocok tanam.

Saat ini dirinya menanam cabai di pinggir sungai setempat, supaya bisa beraktivitas sebagai petani, sekaligus menghidupi keluarganya.

“Hujan yang tak kunjung turun, terpaksa lahan warga dianggurkan, karena tidak mendapatkan pasokan air yang memadai. Ya sekarang saya beralih ke tanam cabai saja di pinggir kali. Untuk aktivitas sehari-hari. Syukur hasilnya bisa untuk kebutuhan,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Dusun 1 Desa Karangwelas, Teguh Pujiono menambahkan, dalam setiap musim tanam, petani di desanya hanya panen sebanyak dua kali. Namun bila dipaksakan menanam kembali untuk yang ketiga, dipastikan tidak dapat dipanen.

“Musim panen di sini hanya dua kali, sekalipun masih bisa tanam tiga kali herannya pasti gagal panen, entah apa penyebabnya. Sehingga akibat kemarau panjang, ratusan hektare lahan pertanian di Desa Karanglewas terpaksa dibiarkan menganggur,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Teguh, ada juga lahan warga yang terpaksa dibiarkan mengeras selama beberapa bulan, karena tidak mungkin memaksakan bertanam padi kalau tidak memungkinkan terjangkau air.

“Saat kemarau, warga desa kami banyak yang dengan kerja serabutan, sebagian lainnya menanam palawija, seperti jagung, kacang hijau dan tanaman lain yang tahan panas. Ya paling tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup,” imbuhnya.(HS)

Peringati Hari Jadi ke-22 Tahun, DPC Partai Demokrat Gelar Lomba Voli

Launching Coaching Clinic, Cara Disperinaker Kendal Tingkatkan Prosentase IKM yang Bersertifikat TKDN