HALO BATANG – Perampokan disertai kekerasan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Batang. Kawanan perampok berhasil menyatroni rumah seorang pengusaha telur di Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.
Nasib nahas tersebut menimpa pengusaha telur, Achmad Tahrori (46), alias Haji Pelet, warga Dusun Gardu RT 14 RW 1 Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, pada Jumat dinihari (30/12/2022), sekira pukul 01.00 WIB.
Kawanan perampok berjumlah empat orang, dalam melakukan aksinya dengan membobol pintu rumah korban yang tengah tidur, dan melumpuhkan petugas jaga malam.
Bahkan mereka juga menyekap satu keluarga, hingga berhasil membawa kabur uang ratusan juta rupiah dan 3 Unit IPhone seri 12, dengan menggunakan minibus berwarna silver. Kerugian yang diderita korban ditaksir mencapai lebih dari Rp 500 juta.
Menurut pengakuan saksi mata, Tubari (50) petugas jaga malam, keempat pelaku yg datang menggunakan mobil minibus berwarna silver dan memanjat tembok rumah.
“Pelaku menodongkan parang dan senjata api kepada saya. Kemudian mengikat saya dengan tali dari potongan kain dan saya juga dilakban, serta mengambil ponsel saya,” ungkapnya.
“Selanjutnya, pelaku berusaha membuka pintu rumah dengan mencongkel, namun tidak berhasil,” lanjut Tobari.
Kawanan perampok, kemudian berusaha membuka gerbang menuju ke seberang jalan rumah, dengan membawa dua kayu sepanjang empat dan dua meter untuk membuka paksa pintu.
“Setelah berhasil masuk, mereka mematikan lampu depan. Kami yang sudah diikat oleh para pelaku tidak bisa berbuat apa-apa, karena jumlah mereka lebih banyak dari kita,” imbuh Tobari.
Sementara itu korban Haji Pelet mengaku, saat kejadian dirinya sedang tidur. Ia merasa kaget dan terbangun lantaran terdengar suara keras dari luar.
“Karena curiga, saya bersama istri keluar untuk melihat apa yang terjadi. Anak saya bersembunyi dan mengunci di kamar mandi sambil menelepon minta bantuan pak Kades Dasro dan tetangga bernama Eko Riyanto,” terangnya.
Nahas, pelaku berhasil mendobrak pintu rumah dan saat keluar dari pintu kamar, Haji Pelet mengaku ditodong senjata api dan diminta menunjukkan tempat brankas penyimpanan uang.
Seketika, pelaku langsung mengambil uang senilai Rp 90 juta, perhiasan emas, dan iPhone seri 12 milik korban.
“Begitu datang, baik pak kades maupun tetangga saya tersebut langsung ditodong senjata api, sambil dipaksa menunjukkan tempat penyimpanan barang berharga lainnya, tapi tidak tahu menahu. Hingga akhirnya mereka dipukul hingga tak sadarkan diri dan HP merek OPPO diambil juga,” jelas Haji pelet.
Kapolres Batang, AKBP M Irwan Susanto, melalui Kasatreskrim, AKP Yorisa Prabowo menggatakan, petugas yang mendapati laporan warga langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.
Kepolisian menyita sejumlah barang bukti seperti satu batang kayu sengon dengan panjang empat meter diameter 15 sentimeter, satu batang balok kayu sepanjang dua meter, satu potong kayu pecahan pintu, satu potong kaos lengan pendek warna hitam, tali potongan kain dan lakban warna coklat.
“Pelaku diketahui berjumlah empat orang dengan menggunakan kendaraan bermotor warna silver, berhasil membawa kabur uang tunai sekitar Rp 90 juta, 1 HP Iphone seri 12, 2 unit Handphone Nokia, dan OPPO, berbagai perhiasan emas, 1 buah tas bermerek LV, dengan total kerugian lebih dari Rp 300 juta,” papar Kasatreskrim.
Saat ini pihak Polres Batang melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menggali informasi kejadian. Kasusnya tengah ditangani Satreskrim anti bandit Polres Batang.
Dalam kejadian tersebut, satu korban luka-luka dialami Alfian Hidayat anak dari Haji Pelet, yang terluka akibat pukulan, hingga belakang kepala lecet luka robek.
“Sedangkan ciri-ciri dan identitas para pelaku sudah kami kantongi. Dan saat ini masih dalam proses pencarian,” pungkas Kasatreskrim Polres Batang, AKP Yorisa Prabowo. (HS-06)
Rumah Achmad Tahrori atau akrab disapa Haji Pelet, di Dusun Gardu RT 14 RW 1 Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, yang disatroni perampok bersenjata pada Jumat dinihari (30/12/2022), sekira pukul 01.00 WIB.