in

Kapolri Pastikan Pencarian Korban Pesawat Susi Air Masih Berjalan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto : humas.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyatakan tim gabungan dari Ops Damai Cartens, sedang melakukan pencarian, pada pilot dan penumpang pesawat Susi Air di Papua.

Menurutnya, para penumpang pesawat Susi Air itu, kini menjadi tawanan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

“Terkait dengan perkembangan pilot dan penumpang (pesawat Susi Air) yang diamankan oleh KKB, saat ini sedang dalam pencarian. Kami tim gabungan dari Ops Damai Cartens, sedang melakukan pencarian,” kata Kapolri, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Diketahui, dalam pesawat Susi Air tersebut terdapat 5 penumpang. Adapun pilot pesawat tersebut, adalah WNA Selandia Baru, bernama Philips Max Marthin.

Kapolda Papua, Irjen. Pol. MathiusFakhiri, memastikan pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan SI 9368, benar hilang kontak karena ditembaki KKB.

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri, sebelumnya menerangkan, peristiwa berawal dari adanya pengancaman pekerja di salah satu puskesmas.

“Ada pengancaman terhadap pekerja puskesmas. Kita berusaha untuk evakuasi. Namun kemarin pesawat yang kita kirim tadi pagi ya dibakar,” jelasnya.

Sementara itu CEO Susi Air, Susi Pudjiastuti, melalui akun Twitter resmi, @susipudjiastuti, dua kali mengajak semua pihak untuk memberikan doa dan dukungan, agar pilot dan para penumpang Susi Air diberi keselamatan oleh Allah Swt.

“Mohon dukungan & dia semoga pilot kami di Nduga Paro diberikan lindungan Alloh SWT .. bisa kami jemput selamat,“ kata Susi yang juga mantan Manteri Kelautan dan Perikanan itu.

“Mohon doakan dan dukungannya. Dengan segala kerendahan hati dan atas nama kemanusiaan ..Kami mohon keselamatan pilot & penumpang PK BVY,” kata Susi, Pada Twitt lain.

Sebelumnya, Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan tidak menyandera lima penumpang Susi Air, karena mereka adalah orang asli Papua.

Adapun pilot berkebangsaan Selandia Baru, bernama Philips Max Marthin, disandera dan tidak akan dilepaskan sampai Selandia Baru dan negara-negara lain bertanggung jawab.

Hal itu sebagai bentuk perlawanan pada Australia, New Zealand, Amerika, dan Eropa, yang dia tuduh sebagai pendukung Pemerintah Indonesia, dalam konflik dengan separatis Papua.

Untuk diketahui, KKB di tanah Papua, sejak April 2021 lalu sudah dinyatakan sebagai kelompok teroris.

Terbaru, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, menyatakan belum menerima informasi lengkap tentang situasi yang terjadi Papua, terkait Susi Air, termasuk penyanderaan pilot oleh KKB.

Namun demikian, TNI akan melakukan upaya-upaya untuk melakukan evakuasi, termasuk pada pilot yang disebutnya menyelamatkan diri.

“Iya nanti akan kita dengan pasukan kita untuk dievakuasi,” kayanya. (HS-08)

Pemkab Semarang Intensifkan Pembangunan Ekonomi Kreatif

Hadiri Rapim TNI – Polri, Jokowi Beri Arahan Soal Investasi hingga Karhutla