HALO PURWOREJO – Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno mengajak warga di wilayahnya, untuk bijaksana dalam memanfaatkan internet.
Hal itu dia sampaikan ketika menjadi narasumber, dalam seminar Literasi Digital dengan Tema “Kampanye Hoaks Biangnya Soaks” di Gedung LDV Trans Purworejo, Rabu(10/1/2024).
Seminar tersebut menghadirkan beberapa narasumber lainnya, yakni Bonardo T Sianturi SMBA CFP, digital and media expert The Indonesia Digital dan Dwinanto SE Kepala Desa Krandegan Pelopor Desa Digital.
Seminar ini diikuti puluhan peserta dari berbagai latar belakang masyarakat.
Yudhie dalam paparannya dengan judul “Menuju Masyarakat Ber-literasi Digital Tinggi”, mengatakan saat ini alat komunikasi digital sudah menjadi kebutuhan masyarakat, untuk mendukung berbagai aktivitas kehidupan, seperti belanja, belajar dan berkomunikasi.
“HP dulu digunakan sebagai strata sosial atau gaya hidup, sekarang sudah menjadi kebutuhan, kita sekarang lebih terasa ketinggalan HP dari pada dompet,” kata dia, seperti dirilis purworejokab.go.id.
Namun demikian, seiring perkembangan teknologi tersebut, dibutuhkan pula kewaspadaan, kekritisan, dan ketelitian dalam membaca informasi, karena bisa saja informasi yang tersebar itu merupakan berita bohong atau hoax.
Maka dari itu untuk menangkal hoax, masyarakat perlu memiliki literasi. Literasi merupakan keahlian seseorang dalam membaca, menulis, serta memahami apa yang dibaca dan ditulis.
Ada empat pilar literasi digital, jelas Yudhie, antara lain digital skill, digital culture, digital ethics dan digital safety.
Semakin ke empat pilar tersebut dikuasai, maka semakin berkualitas pula kehidupan digital para warganet, yang juga warga negara Republik Indonesia yang mengutamakan falsafah Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dengan kemampuan tersebut seseorang dapat menganalisa mengenai informasi tersebut.
“Kita sebagai subjek dan objeknya adalah HP, informasi yang kita upload harus dipertimbangkan jangan sampai menyinggung karena apabila ada kesalahan bapak dan ibu dalam memberikan infomasi akan memberikan akibat yang luar biasa, maka jadilah warga-net yang bijaksana dalam mengolah informasi maupun membagikan informasi” tegas Yudhie.
Di akhir paparannya, Yudhie menyampaikan untuk masyarakat, khususnya wilayah Purworejo, bisa melakukan cek fakta melalui kanal aduan hoax milik Dinkominfostasandi Kabupatèn Purworejo, atau layanan Porjo yang dapat diunduh di Play Store. (HS-08)