HALO SEMARANG – Mendekati pergantian Tahun 2022, objek wisata di Kota Semarang, Goa Kreo tidak mengalami peningkatan pengunjung.
Tempat wisata Goa Kreo yang ada di Gunungpati, Kota Semarang tersebut, terlihat sepi pengunjung.
Kepala UPT Goa Kreo, Mamid mengatakan, menghadapi liburan Natal dan Tahun baru pihaknya tidak melakukan persiapan khusus. Hal itu karena tidak ada lonjakan pengunjung seperti tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19.
“Jadi tak ada persiapan khusus menghadapi liburan Nataru,” kata mamid, Kamis (30/12/2021).
Mamid mengatakan, sebenarnya selama libur Natal, ada peningkatan jumlah wisatawan, akan tetapi tak sebesar sebelum pandemi Covid-19.
Tercatat hampir 800 orang wisatawan yang datang berkunjung ke Goa Kreo pada pekan lalu. Akan tetapi hal itu hanya bertahan sampai setengah hari saja. Ia mengaku, karena turun hujan para pengunjung tidak banyak yang datang lagi.
“Kemarin selama dua hari di hari Sabtu dan Minggu, sempat ramai tetapi itu hanya sampai setengah hari saja, karena siang hari turun hujan dan tidak ada pengunjung yang data lagi,” katanya.
Dengan adanya instruksi dari Pemerintah Daerah yang melarang adanya acara peringatan Tahun Baru 2022, pihaknya juga tidak menyelenggarakan pesta hiburan yang bisa menimbulkan potensi kerumunan.
“Karena memang selama libur Nataru ini, tidak boleh ada hiburan-hiburan yang berpotensi untuk menimbulkan kerumunan,” ujar Mamid.
Tak hanya itu, Ia juga mengatakan, pihaknya selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dengan cara menggunakan aplilasi peduli lindung yang menjadi syarat bisa masuk ke dalam tempat wisata.
“Kita tetap menjaga pelayanan dengan protokol kesehatan dan dengan aplikasi peduli lindungi,” tuturnya.
Ia juga mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung wisatawan, ia sudah berkerja sama dengan pihak kepolisian dan puskesmas setempat.
“Kita masih seperti biasa, pelayan sesuai prokes, kita kerja sama dengan puskesmas, babinsa dan babinkantipmas, serta Polsek Gunungpati untuk antisipasi terjadi lonjakan kunjungan,” jelas Mamid.
Sehingga, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Mengingat tempat wisata Goa Kreo juga sudah mengantongi izin setifikat CHSE layak oprasional saat pandemi Covid-19.
“Semua pengunjung kami minta untuk tetap patuhi protokol kesehatan, dan juga menggunakan aplikasi peduli lindungi. Pengunjung juga jangan hawatir karena di Goa Kreo sudah memiliki izin sertifikat CHSE pelayaan pariwisata saat pandemi Covid-19,” ungkap Mamid.
Sementara, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sempat menerbitkan Instruksi Walikota No 8/2021. Dalam instruksi tersebut, tempat wisata dan tempat hiburan agar bisa mengidentifikasi potensi kerumunan dan maksimalisasi aplikasi Pedulilindungi.
Selain itu juga mengatur akses keluar masuk dari dan ke tempat yang berpotensi kerumunan, memastikan pekerja sudah divaksin minimal dosis pertama, dan melakukan pengetatan prokes. Untuk jam malam, Walikota hanya membatasi hingga pukul 24.00 WIB.
“Pada tanggal 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022 Pemkot akan menutup taman, alun-alun, lapangan, dan tempat terbuka lainnya,” ujar Hendi. (HS)