in

Jateng Bidik Prestasi di Pesonas II 2026, 10 Atlet Siap Berlaga di NTT

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jateng, melepas kontingen Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 yang akan berangkat ke Nusa Tenggara Timur (NTT)Senin (12/10/2026).

HALO SEMARANG – Kontingen Special Olympics Indonesia (SoIna) Jawa Tengah yang terdiri atas 10 atlet, enam pelatih, dan 15 ofisial resmi diberangkatkan untuk mengikuti Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan persiapan yang telah dilakukan selama berbulan-bulan, kontingen Jateng berharap mampu kembali mengukir prestasi di ajang olahraga bagi penyandang disabilitas intelektual tersebut.

Pelepasan kontingen dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jateng, Senin (12/10/2026). Pesonas II 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan dukungan dan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas agar dapat mengembangkan potensi, berkarya, dan berprestasi.

“Kita semua dilahirkan sama, dan kita punya hak untuk hidup dan berkarya yang sama dengan masyarakat pada umumnya,” kata Luthfi.

Menurutnya, keterbatasan yang dimiliki seseorang tidak boleh menjadi penghalang untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi. Karena itu, Pemprov Jateng terus memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet disabilitas sekaligus memperkuat upaya pemberdayaan agar mereka dapat hidup mandiri.

Dukungan tersebut, lanjut Luthfi, tidak sebatas pada kegiatan olahraga. Pemprov Jateng juga berupaya memperluas kesempatan kerja dan pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas, antara lain melalui balai latihan kerja (BLK) yang terintegrasi dengan program Kecamatan Berdaya.

Ia meminta organisasi terkait dan perangkat daerah, termasuk Dinas Sosial serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora), turut memberikan perhatian terhadap upaya pemberdayaan tersebut.

Kepada para atlet yang akan bertanding di NTT, Luthfi berpesan agar mereka menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjaga nama baik daerah.

“Anda adalah duta Provinsi Jawa Tengah. Jaga nama Provinsi Jawa Tengah,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinpora Jawa Tengah Aria Chandra mengatakan, kontingen Jateng akan berlaga pada lima cabang olahraga, yakni atletik, tenis meja, bulu tangkis, bocce, dan renang.

Persiapan telah dilakukan sejak seleksi tingkat kabupaten/kota pada 2025. Tahapan tersebut dilanjutkan dengan penetapan delegasi, pelatihan mandiri, hingga pemusatan latihan atau training center (TC) di Semarang pada 9–13 Oktober 2026.

Pemprov Jateng juga memfasilitasi berbagai kebutuhan kontingen, mulai dari akomodasi dan kebutuhan atlet hingga pelaksanaan pemusatan latihan. Persiapan tersebut turut mendapat dukungan dari sejumlah mitra dan sponsor.

“Yang jelas pemerintah provinsi dukung penuh. Kami berharap anak-anak ini dapat meraih juara, kemudian mereka juga dapat mengeluarkan secara maksimal kemampuan mereka,” kata Aria.

Optimisme kontingen Jateng tidak lepas dari catatan prestasi pada penyelenggaraan Pesonas pertama di Semarang pada 2022. Saat itu, Jawa Tengah berhasil menjadi juara umum dengan raihan 88 medali, terdiri atas 36 emas, 30 perak, dan 22 perunggu.

Ketua SoIna Jawa Tengah, Kristijani Kirana, berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk kembali membawa pulang prestasi. Ia mengatakan, para atlet telah menjalani latihan sejak ditetapkan sebagai wakil Jawa Tengah.

“Kami ingin semua yang berangkat dapat emas,” ujarnya.

Optimisme juga datang dari Nael, atlet tenis meja berusia 20 tahun yang akan menjalani debutnya di ajang Pesonas. Meski mengaku tegang menghadapi pertandingan, ia mengaku telah mempersiapkan diri dengan berlatih setiap hari.

Kecintaannya terhadap tenis meja menjadi salah satu alasan Nael menekuni cabang olahraga tersebut. Ia berharap latihan yang selama ini dijalani dapat membuahkan hasil saat bertanding di NTT.

Dalam debutnya di ajang nasional tersebut, Nael menargetkan medali emas. Target itu menjadi penyemangat baginya untuk tampil maksimal sekaligus membuktikan bahwa kesempatan dan dukungan yang tepat dapat membuka jalan bagi atlet disabilitas untuk meraih prestasi.(HS)

Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu, Pemprov Jateng dan BI Gelar Gerakan Pangan Murah

Uniform Kontingen Porprov Jateng XVII/2026 Mulai Didistribusikan KONI Kendal